Pencarian populer

5 'Kisah Cinderella' di Ajang FA Cup

Bola itu bundar. Kalau diibaratkan dengan sebuah roda, bola memiliki kemampuan untuk berputar. Kemampuan untuk berputar inilah yang dimaksud dengan probabilitas.

Probabilitas memiliki arti peluang atau kemungkinan. Itu artinya, selama bola masih berbentuk bulat, segala peluang atau kemungkinan apapun bisa bisa terjadi dalam dunia sepak bola.

Ibaratnya, sebuah tim yang berisikan para pemain bintang berharga mahal merupakan sebuah garansi bagi suatu kesebelasan untuk memenangkan sebuah trofi. Namun, dalam dunia sepak bola, banyak sekali kisah Cinderella yang mematahkan paradigma ini.

Kisah Cinderella yang dimaksud adalah kekalahan mengejutkan dari kedigdayaan para tim-tim papan atas melawan tim papan bawah. Nah, kisah Cinderella semacam inilah yang membuktikan premis di paragraf satu dan dua di atas, kalau probabilitas dalam dunia sepak bola adalah hal yang sangat mungkin terjadi.

Ayo kita ambil sampel dari Piala FA. Mari kita telusuri lebih dalam tim-tim underdog yang di luar dugaan mampu berbicara banyak di salah satu kompetisi tertua di dunia ini. Simak penelusuran Outside the Pitch, ya!

1. Wigan Athletic vs Manchester City 1-0 (2012/13)

Wigan membuat kejutan besar saat mereka berhasil menumbangkan tim kuat Manchester City pada musim 2012/13. Kemenangan tipis 1-0 mereka raih lewat gol yang diciptakan oleh Ben Watson di menit 91. Kala itu Wigan dilatih Roberto Martinez yang saat ini membesut Everton.

Wigan juga sukses mencetak sejarah menjadi tim juara FA yang terdegradasi dari liga teratas sepak bola Inggris di musim yang sama. FA Cup merupakan satu-satunya trofi besar yang diraih Wigan dalam sejarah klub mereka sejak berdiri pada 1932.

2. Wimbledon vs Liverpool 1-0 (1987/88)

Final FA Cup pada 1988 mempertemukan Liverpool dengan Wimbledon. Kala itu, The Reds besutan Kenny Dalglish merupakan tim yang disegani lawan-lawannya. Liverpool masih dalam era keemasan.

Tapi Wimbledon yang diasuh Bobby Gould bermain penuh determinasi dan mengalahkan Liverpool yang berisikan pemain-pemain berkualitas seperti John Aldridge, John Barnes, dan Alan Hansen. Wimbledon menciptakan sejarah dengan kemenangan 1-0 dari gol Lawrie Sanchez.

3. Everton vs Manchester United 1-0 (1994/95)

Di musim 1994/95, Manchester United secara mengejutkan takluk dari Everton 0-1. Hal ini dinilai mengejutkan, karena Everton berada di posisi 15 klasemen Liga Inggris di musim sebelumnya dan berjuang keras agar lolos dari degradasi.

Mereka pun memulai kompetisi Liga Inggris dengan terseok-seok, namun secara mengejutkan mampu mengalahkan United dan menjuarai FA cup saat itu.

4. West Ham VS Arsenal 1-0 (1979/80)

Di musim 1979/80, Arsenal menjamu West Ham United di final Piala FA 1979/80. Hebatnya, West Ham yang pada saat itu adalah penghuni divisi dua Liga Inggris, mampu mengalahkan Arsenal 1-0.

Hal ini adalah kekalahan kedua Arsenal dalam tiga laga final Piala FA dalam tiga musim berurutan. Di dua musim sebelumnya, Arsenal mampu mengalahkan Manchester United di final Piala FA 1978/79, Namun ironisnya, dikalahkan oleh Ipswich Town yang kualitasnya, di atas kertas di bawah mereka saat itu di final Piala FA 1977/78.

5. Southampton vs Manchester United (1975/76)

Kisah Cinderella terakhir lainnya ditunjukkan oleh Southampton. Southampton yang pada musim 1975/76 bermain di divisi dua Liga Inggris, mampu mengalahkan MU dengan skor 1-0. Hal ini membuat The Saints memenangi trofi Piala FA pertama mereka sepanjang sejarah.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23