kumparan
18 Sep 2019 13:14 WIB

Dalam Sebulan, 5 Kali Terjadi Karhutla di Sulawesi Tengah

Personel Polres Tojo Una - Una tengah membantu masyarakat di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah memadamkan api, Senin malam (9/9). Foto: Dok.Polres Tojo Una - Una
Di Provinsi Sulawesi Tengah sendiri dalam kurun sebulan terakhir telah terjadi lima kali kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Tojo Una Una, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Banggai, Kabupaten Buol dan Kabupaten Poso.
ADVERTISEMENT
Hal ini merupakan dampak kemarau panjang dari tahun ke tahun dan senantiasa menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), seperti yang terjadi dibeberapa bagian wilayah seperti Sumatera dan beberapa wilayah di Kalimantan.
Sehingga hal tersebut menjadi perhatian Kepala Negara yang langsung turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab Karhutla serta memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menangani Karhutla dan menjadikan atensi.
Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, Rabu (18/9) mengatakan, di wilayah Sulawesi Tengah juga terjadi Kebakaran hutan dan lahan. Misalnya, di wilayah Kabupaten Tolitoli, Banggai, Buol, Poso dan Tojo Unauna. Tetapi kejadian tersebut segera dapat diatasi karena kesigapan TNI Polri dan masyarakat.
"Berkat kesigapan personil TNI-Polri dibantu masyarakat setempat dengan peralatan seadanya seperti pengerahan mobil Damkar, Mobil AWC Polres dan peralatan sederhana lain masih dapat mengatasi Karhutla yang terjadi, sehingga tidak meluas dan tidak menimbulkan asap yang dapat mengganggu transportasi atau aktivitas masyarakat setempat," ujarnya.
Personel Polres Tojo Una-Una tengah membantu masyarakat di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, memadamkan api, Senin malam (9/9). Foto: Dok.Polres Tojo Una-Una.
Sekaitan maraknya terjadi Kahutla tersebut, Kabidhumas mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok di area hutan atau lahan. Sebgaiaman diketahui bersama, akibat kemarau panjang ini rumput atau semak-semak kondisinya mengering sehingga apabila ada api sekecil apapun akan menyulut menjadi api yang besar.
ADVERTISEMENT
" Tidak melakukan aktivitas di hutan dan lahan serta melakukan pembakaran, karena bisa berdampak luas jika lalai. Dan, itu bisa menimbulkan kerugian maka terhadap pelakunya akan ada sanksi hukum," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Tengah menyikapi insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di enam desa pada beberapa kecamatan di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) pada Senin 9 September hingga Selasa 10 September 2019. Kebakaran tersebut telah menghanguskan hutan dan lahan sekitar 28 hektare.
Ketua Umum Badko HMI Sulteng, Muhammad Rafiq, mengatakan, atas insiden kebakaran hutan dan lahan tersebut, Badko HMI Sulteng mendesak Pemerintah Daerah segera melakukan langkah taktis untuk mengantisipasi Karhutla di Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
"Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Touna mesti jadi perhatian khusus. Sebab, kebakaran itu bisa berdampak terhadap warga yang memanfaatkan hutan sebagai sumber perekonomiannya," kata Rafiq, Senin (16/9).
Reporter: Arief
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan