kumparan
KONTEN PUBLISHER
13 Oktober 2019 14:17

Derita Pendiri Madrasah di Mepanga, Sulteng, Idap Kanker Stadium 4

JPEG_20191013_154005_1692667557756109210.jpg
Zulaeha (40), penderita kanker payudara di Kabupaten Parigi Moutong. Foto: Istimewa
Zulaeha (40) kini hanya bisa terbaring di pembaringannya akibat penyakit kanker payudara stadium 4 yang dideritanya. Kini Zulahe menumpang di rumah saudara kandungnya, Juhaina (57), di Desa Mensung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
Guru Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat Mensung ini sudah setahun tidak melakukan aktivitas mengajar di sekolah yang dirintisnya akibat penyakit kanker yang dideritanya.
Dua buah perban melekat pada payudaranya untuk menutupi luka. Dalam sehari tiga kali diganti. Bila perbannya tidak diganti maka aroma busuk akan menyeruak seisi ruangan.
Ia hanya bisa bangun dan duduk di ranjang tempat dia berbaring. Makannya pun tinggal bubur saring. Tak banyak dapat ia lakukan selain berserah diri pada Yang Maha Kuasa.
Oleh dokter yang memeriksa dan mendiagnosanya, menyebutkan jika penyakit kanker tersebut sudah masuk stadium tembus pada jantung dan paru-paru. Sehingga, oleh dokter yang menanganinya menyarankan agar dilakukan perawatan intens di rumah saja karena tak banyak lagi yang bisa dilakukan oleh tim medis.
ADVERTISEMENT
Perempuan dengan 9 bersaudara ini sudah 5 hari tinggal di rumah saudaranya yang ke-7, untuk mendapat perawatan dan penanganan.
Zulaeha sempat menikah namun pernikahannya tak berumur panjang. Sebelum menderita penyakit kanker ini, dia tinggal sendiri di atas sebidang tanah hasil pemberian tokoh adat setempat atas jasanya mencerdaskan anak-anak desa dengan merintis sekolah Diniyah Awaliyah Alkhairaat setempat.
Tapi belakangan ini dia tidak bisa tinggal sendiri, sehingga pihak keluarganya memutuskan untuk mengambilnya dan tinggal di rumah kakaknya untuk lebih memudahkan keluarga merawatnya.
Penyakit kanker yang dialaminya berawal dari adanya benjolan kecil seperti biji jagung di sekitar payudara sebelah kiri pada tahun 2010.
Untuk itu keluarga lalu membawa ke rumah sakit Raja Tombolotutu Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, guna pemeriksaan medis untuk memastikan penyakit tersebut.
ADVERTISEMENT
Hasil pemeriksaan dan diagnosa dokter rumah sakit, Zulaeha menderita penyakit kanker. Tidak ada jalan lain, upaya operasi harus dilakukan. Namun upaya operasi ini tidak dilakukan disebabkan rasa takut pada diri Zulaeha bila melihat darah. Seiring waktu berjalan benjolan tersebut makin membesar, rasa nyeri pun kerap kali ia rasakan.
Maka sekitar bulan Mei 2019, hal terberat dan ditakuti oleh Zulaeha harus dijalaninya. Tiada jalan lain selain operasi harus dilakukan pada Zulaeha.
Usai operasi, keadaan Zulaeha berangsur membaik dan tinggal proses pemulihan.
Namun seiring waktu berjalan, benjolan lain kembali tumbuh di payudara sebelah kanannya. Bila sakitnya itu datang, rasa perih dan nyut-nyut akan mendera Zulaeha.
Kondisinya Zulaeha saat ini bila batuk akan mengeluarkan darah pada bekas jahitan operasi yang masih meninggalkan luka benjolan.
ADVERTISEMENT
Atas penyakit yang diderita Zulaeha, saat ini keluarga tinggal melakukan upaya pengobatan tradisional dengan ramuan daun-daunan.
Sebab menurut dokter yang menanganinya, penyakit kanker tersebut sudah parah. Sehingga, pihak keluarga sudah tidak lagi meminta rujukan agar Zulaeha dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya. Kecuali jika ada dermawan yang bersedia mengulurkan bantuannya.
Zulaeha sendiri berharap penyakitnya bisa segera sembuh agar bisa kembali mengajar di sekolah rintisannya.
Kontributor: Ikram
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan