Bisnis
·
15 Februari 2021 12:18

DKP Sulteng Bantu Petani Garam Tingkatkan Produksi dengan Sistem Geomembran

Konten ini diproduksi oleh Palu Poso
DKP Sulteng Bantu Petani Garam Tingkatkan Produksi dengan Sistem Geomembran (45695)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba. Foto: Dok. PaluPoso
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mendorong petani garam di Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, untuk meningkatkan kualitas garam mereka.
ADVERTISEMENT
Salahsatunya dengan memfasilitasi petani garam menerapkan sistem geomembran yang bisa menghasilkan kualitas garam lebih putih dan bersih.
“Saya sudah menerapkan Geomembran dalam pembuatan garam dan hasilnya, garamnya putih,” kata salah satu petani garam Talise, Nawir (42), kepada PaluPoso, Senin (15/2).
Ia menjelaskan, dalam penerapan sistem geomembran ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng memberikan para petani garam berupa plastik geomembran.
Selain itu, petani garam juga diberikan alat pendukung lainnya seperti papan, pacul, sekop dan mesin DAP air.
DKP Sulteng Bantu Petani Garam Tingkatkan Produksi dengan Sistem Geomembran (45696)
Haji Solihin (74) yang sedang mengolah tambak garamnya, di lokasi pegaraman Pantai Talise, Kota Palu, Jumat (22/3). Foto: Dok. PaluPoso
Ditemui di tempat yang sama, Bambang (52), juga petani garam Talise, mengakui jika sudah beberapa tahun terakhir ini ia tidak mengolah lagi tambak garamnya.
“Terakhir kerja pada 2018, semenjak tsunami dan pandemi datang terpaksa ditunda lagi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini kata Bambang, ia mulai kembali lagi mengolah tambak garamnya. Apalagi pemerintah memperhatikan para petani garam dalam peningkatan hasil produksinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Arif Latjuba, mengatakan tujuan pelaksanaan program Geomembran pada petani garam Talise agar produksi garam mereka bisa memiliki kualitas yang lebih baik dan higienis. Sebab, dengan kualitas garam yang lebih baik, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya garam.
“Harga garam hasil pengolahan system geomembran jauh lebih mahal,” kata Arif Latjuba. ** (Niti Natarina)