kumparan
18 Jul 2019 14:02 WIB

Dua Atlet Panahan Berkuda Asal Sulteng Masuk 10 Besar Tingkat Nasional

Aksi Haris Abbas saat beraksi pada kelas mengambil bendera dalam keadaan kuda kecepatan laju di kejuaran Horseback Archery tingkat nasional di Bandung Dago, Tani Kota. Sabtu (13/7). Foto: (Istimewa)
Dua atlet panahan dan berkuda, Haris Abbas dan H. Miftahuddin Masalanra, asal Provinsi Sulawesi Tengah berhasil masuk 10 besar pada kejuaran Horseback Archery tingkat nasional di Bandung Dago, Tani kota.
ADVERTISEMENT
Kejuaraan nasional yang dilaksanakan sejak 13 hingga 14 Juli 2019 lalu, diikuti oleh 41 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, juga diikuti dari negara tetangga seperti Malaysia turut berlaga.
Dalam pertandingan tersebut, ada empat kategori olahraga yang diperlombakan, diantaranya menombak, memanah, memanah dengan sasaran diatas sampai mengambil bendera dalam keadaan kuda dengan kecepatan tertentu.
"Alhamdulillah kuda yang bernama Boy, yang saya gunakan ini mampu melaju dengan jarak 100 meter hanya dengan waktu tujuh sampai 8 delapan detik," ujar Haris kepada PaluPoso, Kamis (18/7).
Haris mengatakan, acara Horseback Horseback ini, selain mencari prestasi, juga bertujuan untuk memperkuat persaudaraan umat Islam serta persaudaraan umat lainnya. Sebab, tidak hanya umat Islam, para atlet yang ikut dalam kegiatan itu juga ada yang non muslim. “Intinya disini kita berpartisipasi untuk menjalin silahturahmi sekaligus meraih prestasi,” katanya.
ADVERTISEMENT
Saat kedua atlet berkuda dan memanah asal Sulawesi Tengah Haris Abbas dan H. Miftahuddin Masalanra berpose usai mengikuti kejuaran Horseback Archery tingkat nasional di Bandung Dago,Tani kota. Sabtu (13/7). Foto (Istimewa).
Menurut Haris, keikutsertaan mereka di ajang nasional ini, juga berkat dukungan sejumlah pihak, antara lain Pordasi Kota Palu, Kaili Novangga serta organisasi Wahana Muda Indonesia (WMI).
Haris sendiri, diketahui sebelumnya pernah mengikuti kejuaraan berkuda sambil memanah, yang bertajuk 1st International Horseback Archery Indonesia. Kegiatan bertaraf internasional ini, digelar di lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur 2018 silam.
Sementara H. Miftahuddin Masalanra, yang juga atlet asal Sulteng ini merupakan cucu dari Presiden RI ke 3, Bj Habibi, itu juga telah memiliki pengalaman. Sebanyak tiga kali mengikuti kejuaraan nasional dan satu kali kejuaraan internasional.
Dengan dilaksanakannya olahraga tersebut, dua atlet panahan dan berkuda ini berharap kedepannya olahraga yang memadukan lomba berkuda dan memanah itu, bisa terdaftar dan resmi berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan di tingkat internasional seperti Sea Games dan Asian Games.
ADVERTISEMENT
"Untuk lebih meningkat prestasi di bidang ini, kami juga menginginkan perhatian dari pemerintah setempat untuk kiranya dapat menyediakan kuda agar bisa berlatih lebih maksimal lagi dan bisa mencari bibit atlet muda yang juga lebih bertalenta dan mampu berkompetisi di kejuaraan nasional dan internasional selanjutnya," katanya.
Reporter: Arief
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·