kumparan
KONTEN PUBLISHER
12 November 2019 17:41

Gus Nur Jalani Pembacaan Dakwaan di PN Palu

sxlrxzxo1kflsufkql35.jpg
Gusnur didampingi penasihat hukum dan dikawal oleh FPI Sulteng saat tiba di Kejaksaan Negeri Palu, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu, Kamis (9/5/2019). Foto: Ikram/PaluPoso
Sugi Nur Raharja (45) alias Gus Nur menjalani sidang pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus pelanggaran UU ITE di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Selasa (12/11).
ADVERTISEMENT
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lilik Sugihartono, dihadiri penasehat hukum terdakwa Andi Akbar Panguriseng bersama rekannya.
Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Rasmudasati Damsjik, menguraikan bahwa pimpinan pondok Pesantren Tahfidz Quran dan Majelis Dzikir Karomah 13 Kota Palu, Gus Nur, tidak senang atas video yang pernah ditontonnya tentang ustad Felix yang sedang melakukan pengajian lalu dibubarkan pihak Banser pada 4 November 2017.
Menyikapi video tersebut lantas terdakwa Gus Nur menyuruh anaknya bernama Muhammad Munjiat untuk mengambil kamera digital merek Canon lalu membuat video rekaman atas dirinya dengan judul ustad Felix Dibubarkan Banser Firaun masa kini,
"Isi konten rekamannya menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan agama dan antargolongan," kata Rasmudasati didampingi Burhan.
WhatsApp Image 2019-11-12 at 16.10.21.jpg
Sugi Nur Raharja (45) alias Gus Nur menjalani sidang pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus pelanggaran UU ITE di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Selasa (12/11). Foto: Istimewa
Setelah membuat video rekaman kata Rasmudasati, selanjutnya terdakwa meng-upload video dimaksud ke channel YouTube Munjiyat Muslim Pos dengan isi pernyataan terdakwa pada menit ke- 6.18. "Lihat kebobrokan dalam Banser, di dalam unsur itu di dalam itu lihat bobrok itu, sakit yo Banser itu sakit, fokus menyembuhkan penyakit internal mu daripada seribu kebaikan pengajian daripada sibuk nuduh-nuduh orang anti-pancasila fokus sembuhkan penyakit ahlakmu, termasuk SDM mu kasian".
ADVERTISEMENT
Pada durasi 08.34, Gus Nur di video itu mengucapkan "Kamu Banser seragam Banser, hatimu iblis.
Lalu pada menit 12.43, Gus Nur mengucapkan "Virus dalam Banser itu yang disembuhkan. Kemudian pada menit 15.48, Gus Nur mengucapkan "Untuk teman-teman Banser istikharah minta petunjuk sama Allah, tobat dalam tubuhmu dalam organisasi mu penyakit virus penuh benalu, penuh dengan penjilat, fokus ke dalam sekarang, fokus sembuhkan penyakitmu, bersihkan dulu badanmu, jiwamu hatimu dari najis-najis politik dari uang-uang subhat" .
Kalimat pernyataan terdakwa yang telah di-upload ke channel YouTube media tersebut, telah dilihat antara lain Ketua Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kota Palu Muhammad Kaharu dan Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kota Palu Erwin Samangka dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Sehingga menurut JPU, video dimaksud berpotensi menimbulkan perpecahan antar kelompok Banser NU dengan kelompok yang berada pada pondok Pesantren Tahfidz Quran dan Majelis Dzikir Karomah 13 Kota Palu, keduanya merupakan organisasi bernuansa Islam.
Sehingga, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat (2) jouncto Pasal 28 ayat (2) Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Ikram
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan