kumparan
KONTEN PUBLISHER
19 Agustus 2019 18:43

Heboh Video Suara Aneh di Lokasi Eks Tsunami Palu

WhatsApp Image 2019-08-19 at 17.49.34.jpg
Salah satu pemilik video suara aneh di lokasi Eks Tsunami Palu, Rudini memberikan keterangan pers kepada sejumlah jurnalis di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu di Jalan Rajawali, Kota Palu, Senin (19/8).
Video jeritan dan teriakan akan adanya deru gelombang tsunami menerjang Pantai Talise 28 September 2018, tersebar melalui aplikasi instagram dan Whatsapp terus diperbincangkan dan dipertanyakan keasliannya.
ADVERTISEMENT
Video berdurasi 0.08 detik tersebut, memperlihatkan suasana Pantai Talise Kota Palu jelang magrib, di mana dua mahasiswa Universitas Tadulako, Moh. Fachry Gunariyadi (22) dan Rudini Ruslan lagi menikmati pemandangan Pantai Talise, tepatnya di belakang Palu Golden Hotel sambil menunggu pesanan menu kuliner di salah satu kafe yang berada di sepanjang pantai.
Saat menunggu pesanan menu tersebut, salah satu dari mereka lalu mengambil video story pertama melalui aplikasi Instagram dan kedua melalui aplikasi video Whatsapp.
"Dalam pengambilan video story melalui aplikasi Instagram, tidak ada suara-suara yang aneh," kata Rudini kepada sejumlah jurnalis di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu di Jalan Rajawali, Kota Palu, Senin (19/8).
Rudini mengatakan, usai mengambil video story melalui aplikasi Instagram, selanjutnya mengambil video story melalui aplikasi Whatsapp sekitar pukul 18.22 WITA dengan tempat dan suasana yang sama.
ADVERTISEMENT
Usai mengambil video story tersebut, mereka lalu menikmati menu yang telah dipesan. Sedangkan video adanya suara jeritan dan teriakan itu mereka ketahui sekitar pukul 20.00 WITA.
Video tersebut, kata dia, lalu dibagikan ke whattsapp group Squad Palupi, terkait adanya suara aneh teriakan tersebut. Entah siapa oknum yang meng-capture percakapan dan video dalam group tersebut, lalu disebar.
Ia mengatakan, bahwa tiada niatan sama sekali dari mereka untuk meresahkan dan mengingatkan akan kejadian tsunami yang menelan ribuan korban jiwa di pantai tersebut.
Video tersebut lalu menjadi viral dan dibagikan ke grup Watshapp lainnya dan ditanggapi beragam komentar. Di antaranya, ada mengatakan bahwa video tersebut hoaks dan sudah diedit lebih dulu.
Rudini menegaskan, bahwa video tersebut benar adanya tidak ada editan atau rekayasa, bahkan dirinya sampai menantang netizen yang mengatakan bahwa video tersebut hoax.
ADVERTISEMENT
"Mari sama kita buktikan, kalau video tersebut hoax, di mana buktinya diedit," katanya berupaya meyakinkan para jurnalis yang hadir.
Bahkan video tersebut, kata dia, masih tersimpan di story whatsapp dan galeri.
Moh. Fachry lalu menunjukkan detail video tersebut dengan judul VID-20190818-WA0017, waktu 18/8/2019, pukul 6:22 PM, jenis video/mp4, durasi 00:08, resolusi 640x360, dan ukuran 1,06Mb.
Kontributor: Ikram
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan