kumparan
29 Mar 2019 17:25 WIB

Jemaah Masjid Al Aqsa di Palu Salat 'Bersajadahkan' Air Hujan

Suasana di dalam Masjid Al Aqsa di Palu, yang kini dalam keadaan darurat, digunakan jamaah untuk salat. Foto: Istimewa
Gempa bumi yang mengguncang Kota Palu pada 28 September 2018 mengakibatkan ratusan bangunan mengalami kerusakan berat, tidak terkecuali rumah ibadah. Salah satunya adalah Masjid Al Aqsa di kompleks BTN Bumi Roviga, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
Masjid yang menjadi sarana ibadah bagi ratusan umat Islam di kompleks tersebut sudah tidak layak dipergunakan. Sebab, seluruh infrastruktur bangunannya mengalami kerusakan yang cukup parah. Tiang penyangga patah hingga dinding bangunan retak.
Atas swadaya masyarakat penghuni BTN Bumi Roviga, maka dibuatlah masjid darurat sebagai sarana alternatif dalam beribadah salat lima waktu.
Namun karena keterbatasan dana, pengerjaan pembangunannya hingga kini belum rampung. Terutama atap bangunan masjid, yang hanya menggunakan seng bekas, di mana material pelindung tersebut sudah bocor. Akibatnya, saat hujan mengguyur kota Palu, jemaah terpaksa bersujud beralaskan air hujan.
"Atas prakarsa warga kompleks BTN Bumi Roviga dengan dana seadanya, akhirnya kami membangun masjid darurat di seputaran lokasi tersebut. Tadi waktu salat Jumat, hujan turun sangat deras. Terpaksalah jemaah harus salat bersajadahkan air hujan," kata Imam Masjid Al Aqsa, Zamrud, Jumat sore (29/3).
Kondisi terkini Masjid Al Aqsa di Palu, yang rusak setelah diguncang gempa bumi pada 28 September 2018. Foto: Istimewa
Zamrud menjelaskan total dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian pembangunan masjid darurat, khususnya atap bangunan hanya berkisar puluhan juta rupiah. Sementara anggaran rekonstruksi Masjid Al Aqsa mencapai sekitar Rp 200 juta.
ADVERTISEMENT
"Hingga saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah untuk pembangunan Masjid Al Aqsa," ujarnya.
Olehnya, mewakili warga kompleks BTN Bumi Roviga Palu, dia berharap dermawan yang ikhlas memberikan bantuan guna pembangunan masjid darurat.
"Kami berharap ada donatur yang bersedia mengulurkan tangannya untuk membantu kami, terutama dalam mengganti atap yang telah banyak bolongnya," ujarnya.
Penulis: Firman (Kontributor)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan