News
·
3 Agustus 2021 17:56
·
waktu baca 2 menit

Oksigen Kosong di 2 Toko di Banggai, Sulteng

Konten ini diproduksi oleh Palu Poso
Oksigen Kosong di 2 Toko di Banggai, Sulteng (1004886)
searchPerbesar
Salah satu toko penjual tabung oksigen di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng, Selasa (3/8). [Foto: Alisan/PaluPoso]
Pertambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) belum juga melandai. Pasien yang isolasi mandiri terus bertambah seiring meningkatnya kasus harian.
ADVERTISEMENT
Informasi yang diterima media ini, terdapat pasien isolasi mandiri yang membutuhkan oksigen, tetapi tak tersedia pada 2 toko yang biasanya menjual oksigen di Luwuk, Kabupaten Banggai. Saat dicek pada 2 toko itu memang tabung oksigen tak tersedia.
“Kalau tabung yang besar itu, mungkin Sabtu baru ada, kalau yang kecil belum tahu,” ujar salah seorang pekerja di salah satu toko penjual oksigen, Selasa (3/8).
Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Banggai Alfian Djibran mengatakan, terdapat oksigen yang akan dipasok dari Kota Bitung, Sulawesi Utara, beberapa waktu ke depan.
“Dipercepat melalui (Pelabuhan) Pagimana,” ujarnya.
Ia menyarankan pasien yang terinfeksi virus Corona agar melaporkan ke Dinas Kesehatan, nantinya akan diantarkan oksigen. Alfian mengingatkan, penyampaian kepada pemerintah daerah tidak harus menunggu ketika bergejala berat.
ADVERTISEMENT
“Di petugas lapangan itu ada petugas kesehatan masyarakat (PKM), mereka ini siap melayani. Karena itu, masyarkat diminta proaktif,” katanya.
Menurutnya, penderita COVID-19 disarankan oleh pemerintah daerah untuk dikarantina di tempat isolasi yang disediakan Satgas COVID-19, tetapi tak dipaksakan jika lebih memililih isolasi mandiri.
Namun, harus melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai atau PKM ketika terkena COVID-19.
“Nanti dikoordinasikan juga untuk mendapat vitamin, juga dengan lurah untuk bantuan sembako,” katanya.
Data Satgas COVID-19 Kabupaten Banggai per 2 Agustus 2021 masih terdapat 1.065 penderita COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan 44 orang lainnya dirawat di RSUD Luwuk serta 43 orang dirawat di rumah sakit darurat.