kumparan
20 Sep 2019 14:58 WIB

Pelaku Penikaman di Tondo Palu Ini Ditangkap di Parigi Moutong

Tersangka An (19), pelaku penikaman terhadap korban H. Marsuki Madong 9almarhum) di Tondo Palu, saat di kawal ketat aparat kepolisian saat dihadirkan dalam konferensi pers Polres Palu di Mapolres Palu, Jumat (20/9). Foto: Arief/PaluPoso
Dalam rentang waktu tiga hari, Satuan Reserse Kriminal Polres Palu akhirnya berhasil meringkus seorang pemuda berinsial An (19) yang diduga melakukan penikaman terhadap H. Marsuki Madong. Insiden penikaman itu terjadi pada Selasa (17/9) dan mengakibatkan korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di RSUD Undata.
ADVERTISEMENT
Wakapolres Palu Kompol Basrum, Jumat (20/9) mengatakan, pemuda berinisial An ini yang diduga melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, berhasil diringkus oleh Opsnal Buser Polres Palu pada Kamis (19/9), sekitar pukul 20.50 WITA, di Desa Tada Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.
" Dia diamankan berdasarkan Laporan Polisi No.Lp / 857/IX/ 2019/SULTENG /Resor Palu, Tanggal 17September 2019," ujarnya.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sebilah pisau bertuliskan Rian, satu unit handphone merek Oppo F9 warna biru milik korban, sepasang sendal merek Anforty authentic warna hitam merah milik pelaku dan sebuah simcard Telkomsel.
Sejumlah barang bukti dan tersangka An (19), pelaku kasus penikaman di Tondo Palu saat dihadirkan dalam konfrensi pers di Mako Polres Palu, Jumat (20/9). Arief/ PaluPoso
Selain itu dari hasil pemeriksaan tersangka, pelaku membenarkan telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya korban Hi. Marzuki Madong dengan cara menusuk pisau di bagian perut sebanyak satu kali dan di bagian dada sebanyak satu kali.
ADVERTISEMENT
Untuk motifnya katanya, belum diketahui dengan jelas dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan pelaku ini lebih dari satu orang, sehingga masih perlu didalami lagi kasus dan motifnya.
"Hanya saja antara pelaku dan korban diketahui sebelumnya sudah saling kenal. Dan, dari hasil introgasi sementara diketahui awalnya pelaku ini berniat mencuri namun karena pelaku juga tinggal di rumah korban dan mungkin mendapat perlakuan tidak baik dari korban sehingga terjadilah kasus pencurian dan pemberatan, serta dugaan pembunuhan berencana tersebut," ujarnya.
Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres Palu. Akibat perbuatannya pelaku akan disangkakan dengan pasal berlapis. Yakni pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 (lima belas) tahun kurungan penjara dan pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 ( lima belas) tahun kurungan penjara serta pasal 265 pencurian dan pemberatan.
ADVERTISEMENT
Reporter: Arief
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan