kumparan
4 Jun 2019 21:08 WIB

Potret Suasana di Shelter Penyintas Balaroa Menyambut Lebaran

Suasana di Tenda Pengungsi Balaroa, Palu Barat, Kota Palu, Selasa malam (4/6). Foto: Ikram/Palu Poso
Puluhan anak-anak penyintas Kelurahan Balaroa terlihat bersemangat melantunkan takbiran menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid semi permanen, Munzalan Mubarakan, Kamp Terpadu Balaroa Atas, Palu, Selasa (4/6).
ADVERTISEMENT
Kelurahan Balaroa merupakan salah satu daerah terdampak cukup parah oleh likuefaksi. Ribuan orang kehilangan harta benda dan keluarganya.
Tidak terasa delapan bulan sudah berlalu, tapi mereka masih tinggal di tenda-tenda yang kini terlihat usang.
Bila di waktu siang, matahari sangat menyengat. Bila malam hari terasa sangat dingin, namun apa daya sampai kini mereka belum tahu kepastian, sampai kapan akan diberikan hunian yang layak.
Shelter lokasi Turkiztan ini dihuni sekitar 420 kepala keluarga.
Suasana di Tenda Pengungsian Balaroa. Foto: Ikram/Palu Poso
Puluhan anak-anak penyintas bencana likuefaksi Balaroa melantunkan takbir di Masjid. Foto: Ikram/Palu Poso
Beberapa anak-anak pengungsi Balaroa di Shelter Balaroa sedang bermain petasan. Meski masih tinggal di tenda-tenda, mereka tetap ceria dan semangat menyambut datangnya hari Lebaran. Foto: Ikram/Palu Poso
Shelter Balaroa. Foto: Ikram/Palu Poso
Kontributor: Ikram
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan