News
·
21 November 2020 16:15

Simulasi Pemungutan Suara Pilkada Sulteng di Masa Pandemi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh PALU POSO
Simulasi Pemungutan Suara Pilkada Sulteng di Masa Pandemi COVID-19  (492052)
Simulasi pemungutan suara Pilkada Sulteng 2020. Foto: Rian/PaluPoso
Hari ini, Sabtu (21/11), warga Palu, Sulawesi Tengah yang terdaftar sebagai wajib pilih antri menunggu panggilan petugas TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Sembari menunggu giliran dipanggil namanya oleh PPS, setiap warga terlihat duduk pada kursi yang sudah diatur jaraknya sesuai protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
Sementara bagi mereka yang sudah disebutkan namanya, sebelum menuju ke TPS terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh petugas Linmas. Bagi wajib pilih yang kebetulan suhu tubuhnya di atas 73 derajat, diarahkan ke bilik TPS khusus.
Sesaat sebelum masuk ke TPS khusus, panitia KPPS sudah menyemprotkan bilik TPS khusus dengan disinfektan.
Usai mencoblos, warga kemudian ditetesi tinta di jarinya sebagai tanda bahwa yang bersangkutan sudah menyalurkan hak pilihnya. Cara ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, di mana warga yang sudah menyalurkan hak pilihnya, salah satu jari mereka dicelup ke dalam tinta.
Beginilah suasana simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Sirekap dalam pemilihan serentak 2020. Banyak perubahan tata cara pemilihan di TPS akibat pandemi COVID-19. Secara nasional, diwajibkan setiap pemilih wajib memakai masker, mencuci tangan, diberikan sarung tangan sekali pakai serta wajib untuk dicek suhu tubuh. Termasuk pengecekan suhu tubuh dan penggunaan tinta bagi pemilih.
ADVERTISEMENT
Video
Ketua Divisi Teknis KPU Kota Palu, Iskandar Lemba mengatakan simulasi ini dilakukan untuk melihat kekurangan panitia pada saat pemilihan nantinya.
"Ini hanyalah simulasi awal, tentu kita menginginkan kesempurnaan, nanti akan kita benahi lagi," kata Iskandar, Sabtu (21/11).
Menurutnya, TPS yang saat ini dilakukan simulasi di TPS 11 Tanamodindi dengan jumlah DPT 377 pemilih.
Saat simulasi yang dilakukan KPU itu, juga melibatkan aparat kepolisian, TNI dan Satgas COVID-19. Dan, simulasi ini katanya akan dilakukan 2 kali lagi. *** (Rian)