Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Surat Mendagri Diterima, Pemeriksaan Kasus Hoax YB Bisa Dilanjutkan

Foto: Dok. PaluPoso
Kasus penyebaran hoaks yang dilaporkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dengan terlapor Yahdi Basma, membuka babak baru dengan diterimanya surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
ADVERTISEMENT
Jubir Gubernur Sulteng, Haris Kariming, mengatakan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola menerima tembusan surat Mendagri ke Kapolda Sulteng perihal, penjelasan permohonan persetujuan tertulis untuk melakukan tindakan penyidikan anggota DPRD Provinsi Sulteng Yadi Basma (YB).
Terkait pemeriksaan anggota DPRD provinsi Yahdi Basma harus mendapat persetujuan tertulis Mendagri telah mendapat jawaban dari Mendagri, melalui surat balasannya nomor 161.72/3086/OTDA ."Surat yang ditandatangani Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri, Drs Akmal Malik," ujar Haris.
Haris yang juga Karo Humas Pemprov Sulteng menguraikan, berdasarkan surat penjelasan dari Mendagri, pengaturan terkait penyidikan bagi anggota DPRD provinsi dan Anggota DPRD kabupaten/kota tidak lagi memuat pengaturannya dalam Undang-undang nomor 23 Tahun 2014. Sehingga pemanggilan dan permintaan keterangan terkait penyidikan terhadap anggota DPRD tidak perlu mendapatkan persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri untuk Anggota DPRD provinsi, dan persetujuan Gubernur untuk Anggota DPRD kabupaten/kota.
ADVERTISEMENT
"Dengan adanya surat penjelasan Mendagri ini proses lanjut terhadap pemeriksaan penyidikan anggota DPRD provinsi Sulawesi Tengah, Yahdi Basma bisa dilanjutkan," katanya.
Ditambahkannya, Gubernur Sulteng berharap proses pemeriksaan terhadap anggota DPRD Prov sulteng sebagai terlapor kasus penghinaan, pencemaran nama baik dan penyebar luasan berita bohong (Hoax ) itu bisa segera dituntaskan hingga ke kejaksaan dan pengadilan agar tidak terjadi dampak konflik sosial di masyarakat.
Pemeriksaan terhadap Yahdi Basma sempat tertunda karena penyidik masih meminta persetujuan tertulis dari Mendagri terkait pemeriksaan anggota DPRD provinsi sesuai Surat Kapolda Sulteng ke Mendagri tertangal 16 Juli 2019, nomor R/1034/VII/RES.2.5/2019 yang tembusannya telah diterima Gubernur Sulteng.
“Terkait kasus YB, penyidik kembali melayangkan surat panggilan kepada bersangkutan, masih sebagai saksi dan direncanakan diperiksa pada Rabu tanggal 24 Juli 2019,” ujar Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari saat dihubungi PaluPoso, Jumat (19/7).
ADVERTISEMENT
Menurut Sugeng, dalam kasus tersebut, kurang lebih 12 orang saksi termasuk Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan saksi ahli lainnya telah dimintai keterangan. "Sementara untuk saksi ahli pidana sendiri masih berhalangan hadir. Oleh penyidik sudah diagendakan kembali minggu depan,” katanya.
Sementara itu, terkait hal tersebut, Yahdi Basma yang dihubungi PaluPoso, hingga Jumat sore (19/7), belum merespon, baik dihubungi melalui telepon miliknya maupun pesan di WhatsApp.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86