Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Tim Kemenkes Temukan Penyakit Stunting di Donggala Sulawesi Tengah

Salah satu tim Kemenkes RI saat memeriksa anak di Kecamatan Rio Pakava. Foto: Istimewa

Tim Flying Health Care (THC) Kementerian Kesehatan RI mendatangi Dusun 8 Desa Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada 26 April 2019 lalu untuk menggelar sweeping penyakit.

Kapolsek Rio Pakava Ipda Ismail Bobby dihubungi dari Donggala membenarkan kedatangan tim Kemenkes RI tersebut.

"Iya di Pakava, mereka dalam rangka mengecek kondisi warga dan memberikan pengobatan," kata Bobby, Minggu (28/4).

Salah satu tim Kemenkes, Erni Risva, mengatakan, ditemukan banyak penyakit di dusun 8 Desa Pakava yang merupakan desa paling terpencil di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala.

"Warga antusias menyambut tim FHC, sebanyak 346 warga datang berobat dengan pelayanan kesehatan yang diberikan," kata Erni.

Salah satu tim Kemenkes RI saat memeriksa seorang ibu di Kecamatan Rio Pakava. Foto: Istimewa

Adapun pelayanan umum yang diberikan, spesialistik, pemeriksaan ANC ibu hamil, rapid tes, tumbuh kembang, pelayanan kesehatan tradisional, farmasi, penyuluhan kesehatan gigi, penyuluhan penyakit menular, potensi wabah/KLB, pemicuan Sanitasi Totalis Berbasis Masyarakat (STBM) dan Konseling berbasis lingkungan.

"Saat pemeriksaan ditemukan filarisasi, kecacingan, suspect TB, kusta, deramatis, hipertensi, diabetes meletus, infeksi telinga akut, dan stunting," ujarnya.

Tekait penyakit itu, warga diberikan pengobatan dan penanganan lebih lanjut di Puskesmas terdekat. Pengobatan oleh Kemenkes itu berlangsung di Balai Desa Pakava.

Selanjutnya Tim Kemenkes tersebut menuju SD di Desa Pakava untuk melakukan sosialisasi KIE dan pemeriksaan kesehatan kepada 50 siswa.

Murid SD Pakava mengikuti UKSG dengan praktik cara menggosok gigi yang benar menggunakan pasta gigi, pembagian sikat gigi beserta pasta gigi, peraktek cuci tangan pakai sabun.

"Tim juga melakukan penguatan program melalui On the Job Training (OJT) kepada petugas Puskesmas," ujarnya.

Tim FHC Kemenkses RI yang sekitar berjumlah 10 orang lebih itu, berangkat dari Palu sekitar pukul 14.00 Wita menggunakan kendaraan doubel gardan dan tiba di Pakava pukul 22.00 Wita.

Melintasi jalanan berbukit, banyak kayu, kayu dan jalan kondisi tanah membuat tim lumayan kesulitan menempuh jalan tersebut hingga tiba malam hari.

Situr Wijaya (Kontributor)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36