kumparan
3 Apr 2019 13:36 WIB

Warga Sigi Ditembak Polisi dan Peluru Dibiarkan Bersarang Ditubuhnya

ilustrasi penembakan. (dok: Kumparan)
Ridwan alias Doan hanya bisa terbaring di Rumah Sakit (RS) Undata Palu dengan peluru masih bersarang ditubuhnya. Sekitar sebulan lalu Doan warga Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ditembak oleh oknum Buser Polres Sigi.
ADVERTISEMENT
Ati, kakak Doan dihubungi mengatakan, awalnya Doan sedang nontot TV di rumahnya tanggal 9 Maret 2019 lalu sehabis magrib.
"Tiba tiba Polisi datang dobrak pintu, tondong pistol dan adik saya lari ke depan halaman rumah lalu ditembak sampai tiga kali," cerita Ati, Rabu (3/4).
Menurut Ati, adiknya Doan dituduh terlibat narkoba. Namun diduga polisi salah informasi dan salah target alias salah tangkap.
"Pas dilihat mukanya kata Polisi memang bukan dia (Doan)," kata Ati.
Korban dugaan penembakan oknum polisi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terbaring di RS Undata Palu. Foto: Istimewa
Karena sadar salah tangkap, usai melakukan penembakan beberapa Anggota buser langsung melarikan diri meninggalkan lokasi. Satu unit sepeda motor yang digunakan juga ditinggal.
"Ada satu polisi yang bertahan di sini dan adik saya saat itu sudah tidak sadar. Polisi yang tidak lari langsung bawa ke Puskesmas Baluase menggunakan motor," kata Ati.
ADVERTISEMENT
Setelah di Puskesmas kemudian Doan dirujuk ke RS Undata Palu untuk dilakukan operasi mengeluarkan peluru yang bersarang ditubuhnya.
"Karena tidak ada persetujuan Polres Sigi sampai sekarang dokter tidak berani angkat peluru di tubuh adik saya," ujarnya.
Masih menurut Ati, Keluarga pernah diminta damai oleh pihak Polres Sigi namun keluarga menolak.
"Pernah diundang ke Polres. Tapi kami keluarga besar tidak mau," kata Ati.
Sementara Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri yang dihubungi mengaku, saat akan dilakukan penangkapan Doan melakukan perlawanan kepada petugas.
"Dia mau bacok petugas. Untuk keamanan petugas menembak, kemudian memasukkan ke RS. Sekarang berkas kasusnya sudah dikirim ke Jaksa," ujar Kapolres.
Kapolres mengklaim, korban selama menjalani perawatan dibiayai Polri.
ADVERTISEMENT
Penulis: Situr Wijaya (Kontributor)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan