News
·
19 Februari 2021 16:53

Beredar Formulir Pendaftaran Vaksinasi Lansia Area Yogya, Asli atau Palsu?

Konten ini diproduksi oleh Pandangan Jogja
Beredar Formulir Pendaftaran Vaksinasi Lansia Area Yogya, Asli atau Palsu? (96413)
Beberapa waktu terakhir beredar formulir ‘Pendaftaran Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia Provinsi DI Yogyakarta.’ Di halaman google form tersebut tertera logo Kementerian Kesehatan Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada bagian atas.
ADVERTISEMENT
Humas Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ditya Aji, memastikan bahwa formulir tersebut benar dan resmi dikeluarkan oleh Dinkes DIY menindaklanjuti arahan rapat koordinasi dengan Kemenkes.
“Tapi saat ini baru khusus untuk ibu kota provinsi, jadi kalau DIY baru untuk yang di kota Jogja,” jelasnya.
Ditya menambahkan bahwa pendaftaran vaksinasi sementara hanya untuk Ibu Kota Provinsi Jawa-Bali.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astuti menegaskan bahwa formulir tersebut asli. Formulir tersebut dibuat oleh pemerintah pusat dan disampaikan saat zoom meeting dengan pejabat berwenang dari Kemenkes.
“Pendaftaran ini terkait dengan jumlah ketersediaan vaksin,” katanya.
Beredar Formulir Pendaftaran Vaksinasi Lansia Area Yogya, Asli atau Palsu? (96414)
Tangkapan layar formulir.
Sementara pakar data dari Ilmu Komputer UGM, Mardhani Riasetiawan mengatakan penggunaan Google Form memang memudahkan tapi sebenarnya untuk instansi resmi ada baiknya membuat formulir yang lebih official dan diletakkan pada halaman resmi instansi sehingga penanggungjawabnya jelas.
ADVERTISEMENT
“Jika hanya menyebar dari Whatsapp ke Whatsapp ketidakjelasan asal muasal sulit dilacak,” jelasnya.
Hal yang sama dikemukakan oleh Praktisi IT Jogja, Eko Suprapto Wibowo, bahwa semestinya formulir dilekatkan di halaman resmi pemerintah dengan domain go.id.
“Kemudian di form, minimal ada kata-kata, jangan isi form ini jika tidak kamu buka dari page di https://kemenkes.go.id/survey, misalnya,” jelas Eko.
Saat ditanya apakah bisa memalsukan formulir vaksinasi tersebut saat ini juga keduanya menjawab bisa dan mudah.
“Bisa, cuma tidak akan saya lakukan karena bukan praktek yang baik sih,” tandas Mardhani. (ES Putra / Widi Erha Pradana / YK-1)