Konten Media Partner

BPS: Pertumbuhan Ekonomi DIY Masih Tertinggi di Pulau Jawa, DKI Jakarta Terendah

5 November 2025 15:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
BPS: Pertumbuhan Ekonomi DIY Masih Tertinggi di Pulau Jawa, DKI Jakarta Terendah
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan III 2025 masih menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, sedangkan DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan terkecil. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
ADVERTISEMENT
Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatat pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan III 2025 sebagai yang tertinggi di antara provinsi lain di Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III 2025 mencapai 5,40 persen secara year on year (y-on-y).
ADVERTISEMENT
“DIY pada Triwulan III, dengan pertumbuhan secara (y-on-y) 5,40 persen merupakan provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa” kata Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, dalam siaran pers di kantor BPS DIY, Rabu (5/11).
Secara (y-on-y), provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah DIY adalah Jawa Tengah sebesar 5,37 persen, diikuti oleh Banten sebesar 5,29 persen. Sementara itu, Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan 5,22 persen, disusul Jawa Barat 5,20 persen. Data BPS menegaskan, DKI Jakarta menempati posisi terendah di Pulau Jawa dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,96 persen.
“DKI Jakarta merupakan satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang tidak mencapai 5 persen, yaitu hanya tumbuh 4,96 persen," jelas Herum.
Data pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa Triwulan II-2025. Foto: Dok. BPS
Herum menjelaskan, laju pertumbuhan 5,40 persen (y-on-y), 0,23 persen (q-to-q), dan 5,34 persen (c-to-c) DIY utamanya ditopang oleh kinerja dari Lapangan Usaha Konstruksi.
ADVERTISEMENT
Selain Konstruksi, penyumbang utama ekonomi DIY dari sisi lapangan usaha adalah Industri Pengolahan, Pertanian, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta Informasi dan Komunikasi.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pendorong utama pertumbuhan DIY adalah Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi.
Meskipun laju pertumbuhan DIY paling tinggi, Herum mengungkap fakta bahwa secara kontribusi, DIY masih merupakan yang terkecil.
"Kalau kita lihat kontribusi atau share terhadap perekonomian se-Jawa ataupun nasional, DIY merupakan yang terkecil. Share-nya untuk Pulau Jawa hanya 1,54 persen dan share-nya secara nasional hanya 0,87 persen," pungkas Herum.