Bisnis
·
3 Mei 2021 19:25

Budidaya Madu Klanceng, Bisnis yang Mengandalkan Keanekaragaman Tanaman Bunga

Konten ini diproduksi oleh Pandangan Jogja
Ada beberapa tanaman bunga yang cocok untuk dijadikan vegetasi budidaya madu klanceng, misalnya air mata pengantin dan belimbing yang selalu berbunga sepanjang tahun.
Budidaya Madu Klanceng, Bisnis yang Mengandalkan Keanekaragaman Tanaman Bunga (205637)
Sarang madu klenceng berupa tembikar (kanan) di dekat bunga air mata pengantin dalam pot plastik (kiri). Foto: Widi Erha Pradana
Penyakit asam lambung yang telah diderita Totok Sugiyanto, 35 tahun, justru menjadi pembuka pintu rezekinya saat ini. Tak hanya sering kambuh terutama ketika pola makannya berantakan dan pikiran sedang stress, asam lambung juga membuatnya selalu terkena sariawan rutin sebulan sekali.
ADVERTISEMENT
Pada awal 2017, seorang kawan menyarankan dia untuk mengobati asam lambungnya dengan madu yang dihasilkan dari klanceng, salah satu spesies serangga dengan nama latin Trigona spp. Rutin mengonsumsi madu klanceng setiap hari, perlahan namun pasti asam lambung yang dideritanya sembuh.
Membuktikan sendiri khasiat madu klanceng, Totok tertarik untuk bisnis kecil-kecilan jualan madu klanceng. Namun saat itu, dia hanya menjual madu tanpa membudidayakan klancengnya langsung. Totok hanya mengambil stok madu dari rekannya lalu dia jual kembali.
“Terus saya mikir, kalau ada yang beli dan menanyakan wujudnya seperti apa kan bingung, dari situ saya mulai budidaya klanceng,” kata Totok Sugiyanto, Selasa (27/4).
Di halaman rumahnya yang ada di Dusun Samiran, Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, dia mulai mencoba budidaya klanceng kecil-kecilan pada pertengahan 2017. Saat itu, di Parangtritis juga belum ada orang yang membudidayakan Klanceng, karena itu Totok terobsesi untuk menjadi pembudidaya klanceng pertama di kampungnya.
ADVERTISEMENT
Dari kawannya yang menyarankan dia untuk mengobati asam lambungnya pakai madu klanceng, Totok membeli dua koloni klanceng untuk coba dibudidaya di rumahnya. Satu koloni klanceng saat itu dia beli dengan harga Rp 100 ribu.
Tiga bulan dipelihara, Totok mulai menikmati hasilnya. Dua koloni atau dua kotak klanceng menghasilkan madu masing-masing 250 ml. Jika kondisi vegetasinya lebih bagus, dalam artian di sekitarnya terdapat banyak tanaman yang berbunga, sebenarnya hasilnya bisa lebih banyak dari itu.
“Itu juga sudah bagus, belum tentu hasilnya bisa sebanyak itu. Kalau semakin banyak budidayanya tapi vegetasinya kurang hasilnya tidak akan sebanyak itu,” ujarnya.
Perlahan tapi pasti, usaha budidaya klancengnya terus berkembang. Jumlah koloni yang dia budidaya juga semakin banyak, hingga akhirnya kawannya yang pertama kali mengenalkannya pada madu klanceng mengajak Totok untuk usaha budidaya klanceng bersama dengan skala yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
“Sekarang kalau di rumah baru 20-an koloni, tapi kalau sama yang di tempat pengembangan ada 500-an kotak,” ujar Totok.
Omzet Belasan Juta Permintaan Belum Terpenuhi
Budidaya Madu Klanceng, Bisnis yang Mengandalkan Keanekaragaman Tanaman Bunga (205638)
Totok Sugiyanto di pusat budiaya madu klanceng di rumahnya di Bantul. Foto: Widi Erha Pradana
Madu klanceng merupakan madu yang dihasilkan oleh lebah bukan penyengat sehingga citarasa memang berbeda dengan madu biasa.
Seiring dengan bertambahnya koloni yang dibudidaya, kini dalam sebulan, Totok berhasil menjual 100 botol madu klanceng berukuran 250 ml. Satu botol, dia jual dengan harga Rp 130 ribu.
“Jadi kalau ditotal omzetnya ya sekitar Rp 13 juta, laba bersihnya lumayan karena kan dikerjakan sendiri,” ujarnya.
Penjualan semakin tinggi selama pandemi. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat menurutnya membuat permintaan madu klanceng makin banyak. Apalagi salah satu khasiat yang paling terkenal dari madu klanceng adalah menjaga imunitas atau daya tahan tubuh.
ADVERTISEMENT
“Bisa dibilang sampai kewalahan juga untuk memenuhi permintaan ya,” ujarnya.
Pembelinya datang dari mana-mana, hampir menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Namun yang paling mendominasi saat ini masih dari Jawa. Banyak juga yang ingin menjadi reseller produk madu klanceng miliknya, namun kendalanya adalah produksi madunya yang tidak selalu stabil. Soal pemasaran, sejak awal Totok memasarkan produk-produknya lewat jalur online, terutama media sosial Facebook.
“Kalau pas musim bunga bisa maksimal hasilnya, kalau tidak musim bunga pasti turun. Dan saya enggak mau dan enggak mungkin memaksa klanceng saya untuk terus maksimal produksinya, biar terserah mereka saja,” ujarnya.
Secara bisnis, sebenarnya usaha madu klanceng ini cukup potensial, terlebih dengan tren hidup sehat yang makin berkembang di tengah masyarakat. Harga madu klanceng pun relatif stabil, sejak Totok pertama memulai bisnis madu klanceng ini, tak ada perubahan harga yang signifikan.
ADVERTISEMENT
“Kalau naik iya, soalnya kan permintaan makin banyak tapi stoknya masih terbatas,” kata Totok.
Membangun Vegetasi adalah Kunci
Budidaya Madu Klanceng, Bisnis yang Mengandalkan Keanekaragaman Tanaman Bunga (205639)
Bunga air mata pengantin sangat baik untuk budidaya madu klanceng. Foto: Widi Erha Pradana
Tak seperti kebanyakan usaha lainnya, dimana ketika kita semakin banyak memiliki komoditas tertentu maka keuntungan yang didapatkan akan semakin besar. Tapi, jika koloni klanceng yang dimiliki semakin besar namun tidak didukung dengan vegetasi yang memadai, yang ada justru klanceng-klanceng itu akan musnah karena tak dapat makanan.
Karena itu, sebelum membeli koloni, menyiapkan vegetasi adalah keniscayaan dalam memulai bisnis budidaya madu klanceng. Apalagi menyiapkan vegetasi yang kuat tidak cukup dengan waktu sebulan dua bulan, paling tidak butuh dua tahun untuk menghasilkan vegetasi yang baik.
“Tanpa ada vegetasi yang baik, produksi madu klanceng tidak akan optimal, bahkan akan mati karena tidak kebagian makanan,” ujar Totok.
ADVERTISEMENT
Jumlah koloni yang dimiliki juga mesti disesuaikan dengan vegetasi yang ada. Jika vegetasi di sekitarnya tidak terlalu besar, lebih baik jangan membudidayakan klanceng dalam jumlah yang besar. Pasalnya hal itu tidak akan efektif juga untuk meningkatkan produksi.
“Kalau mau tambah koloni, ya mesti tambah vegetasi juga. Karena dari vegetasi ini klanceng mendapatkan nektar sebagai makanannya,” lanjutnya.
Ada beberapa tanaman bunga yang cocok untuk dijadikan vegetasi, misalnya air mata pengantin dan belimbing yang selalu berbunga sepanjang tahun. Beberapa tanaman lain yang bisa dijadikan komponen vegetasi, misalnya pohon jambu-jambuan, pisang, kaliandra, talok, dan berbagai jenis bunga lainnya.
“Semakin banyak dan beragam akan semakin bagus. Karna walaupun cuman dua koloni tapi di sekitarnya enggak ada tanaman bunga, ya tetap akan musnah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Itu mengapa, bagi siapapun yang ingin memulai bisnis budidaya madu klanceng, Totok menyarankan untuk tidak tergesa-gesa memulai dalam jumlah koloni besar. Dia menyarankan supaya menyiapkan vegetasinya dulu sehingga hasil produksinya nanti bisa optimal.
Jika vegetasi sudah siap, baru kemudian bisa disiapkan koloninya. Normalnya, jika didukung dengan vegetasi yang besar, madu klanceng dapat dipanen dalam waktu dua sampai empat bulan.
Kendala utamanya adalah mengatasi berbagai predator klanceng, seperti laba-laba, belalang, cicak, burung, dan berbagai jenis binatang pemakan serangga lain. Tapi sampai sekarang dampak dari predator tersebut tidak terlalu signifikan terhadap produksi madu klancengnya.
Memberikan Waktu Luang Lebih Banyak
Budidaya Madu Klanceng, Bisnis yang Mengandalkan Keanekaragaman Tanaman Bunga (205640)
Sarang lebah madu klanceng memungkinkan untuk ditempatkan di mana pun asal terlindung dari hujan. Foto: Widi Erha Pradana
Sebelum terjun sepenuhnya dalam bisnis budidaya madu klanceng, Totok adalah seorang pegawai di sebuah hotel di Jogja. Ketika usahanya mulai berkembang, dia memilih untuk keluar dari pekerjaannya supaya bisa lebih fokus dengan bisnisnya.
ADVERTISEMENT
Bisnis budidaya klanceng menurutnya juga memberikan lebih banyak waktu luang ketimbang dia harus jadi pegawai. Sebab, tak seperti melakukan budidaya hewan lain yang setiap hari harus diberi pakan dan berbagai jenis vitamin, dalam budidaya klanceng Totok hanya perlu menjaga supaya vegetasinya tetap menyediakan bunga sebagai makanan klanceng.
“Paling sesekali saja dilihat, itu juga enggak butuh waktu banyak,” ujarnya.
Dengan waktu luang yang lebih banyak, Totok juga memiliki lebih banyak waktu untuk menekuni usaha-usaha sampingan lainnya. Misalnya bercocok tanam, pergi ke sawah, atau menjual komoditas lain seperti ikan mengingat rumahnya yang dekat dengan pantai.
“Dan yang pasti waktu untuk bersama keluarga jadi lebih banyak, itu yang paling berharga buat saya,” ujar Totok Sugiyanto.
ADVERTISEMENT