Bisnis
·
5 Mei 2021 18:11

Ekspor DIY Terus Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Konten ini diproduksi oleh Pandangan Jogja
Ekspor DIY Terus Tumbuh Positif di Tengah Pandemi (64159)
Wagub DIY, Paku Alam X, saat memberi sambutan dalam Konvoi Pelepasan Ekspor di Yogya, Oktober tahun lalu. Foto: Istimewa
Meski pandemi masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, namun pertumbuhan ekspor untuk provinsi DIY berangsur-angsur terus membaik. Pada Maret 2021, nilai ekspor DIY kembali mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,16 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Dari data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, nilai ekspor DIY pada Maret 2021 mencapai 47,3 juta dolar AS, sedangkan pada bulan sebelumnya nilai ekspor DIY ada di angka 46,3 persen. Adapun secara kumulatif dari Januari sampai Maret, total nilai ekspor DIY mencapai 132,5 juta dolar AS, naik sebesar 22,35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.
Kepala BPS DIY, Sugeng Arianto, menyebutkan ada tiga negara yang menjadi pangsa ekspor terbesar DIY. Tiga negara tersebut antara lain Amerika Serikat yang nilai ekspornya mencapai 16,2 juta dolar, disusul Jepang dan Jerman dengan nilai ekspor masing-masing sebesar 3,6 juta dolar.
“Selama Januari sampai Maret, kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 54,26 persen,” kata Sugeng dalam siaran pers BPS DIY secara daring, Senin (3/5).
ADVERTISEMENT
Dilihat dari komoditas ekspornya, pakaian jadi bukan rajutan; perabot dan penerangan rumah; serta barang-barang rajutan menjadi tiga komoditas ekspor dengan nilai tertinggi. Nilai ekspor ketiga komoditas tersebut masing-masing sebesar 14,8 juta, 6,9 juta, serta 4,0 juta.
Meski fluktuatif, namun sejak setahun terakhir tren pertumbuhan ekspor DIY menurut Sugeng relatif positif. Hal ini menjadi angin segar untuk kondisi perekonomian DIY yang benar-benar terguncang karena kondisi sektor pariwisata sebagai penyumbang terbesar perekonomian DIY tak kunjung pulih.
“Mudah-mudahan tren positif ini terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan sehingga bisa menolong perekonomian DIY,” ujarnya.
Kenaikan nilai ekspor DIY ternyata juga diikuti dengan nilai impor DIY yang mencapai 11,8 juta pada Maret 2021. Nilai ini naik sebesar 34,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan secara kumulatif dari Januari sampai Maret, nilai impor DIY mencapai 35,9 juta dolar atau naik sebesar 19,27 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.
ADVERTISEMENT
Dilihat dari komoditasnya, filament buatan; kopi, teh, dan rempah-rempah; serta kain ditenun berlapis menjadi tiga besar kelompok komoditas impor pada Maret 2021 masing-masing sebesar 2,4 juta, 2,1 juta, serta 1,1 juta dolar AS.
“Adapun tiga negara pemasok barang impor terbesar pada Maret 2021 adalah Hong Kong dengan nilai 2,9 juta, disusul Tiongkok 2,5 juta, serta Papua Nugini sebesar 2,1 juta,” kata Sugeng.