Elang Sikep Madu di Gunungkidul Ditembak, Lalat Mulai Hinggapi Kepalanya

Konten Media Partner
28 Agustus 2022 20:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Elang dilindungi di Gunungkidul ditemukan warga dengan luka tembak di sayap kanannya. Foto: BKSDA Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Elang dilindungi di Gunungkidul ditemukan warga dengan luka tembak di sayap kanannya. Foto: BKSDA Yogyakarta
ADVERTISEMENT
Seekor elang dilindungi jenis sikep-madu Asia (Pernis ptilorhynchus) ditemukan tak berdaya oleh warga Gunungkidul, tepatnya di Desa Piyaman, Wonosari, Sabtu (27/8). Elang itu tergeletak di tanah dan tak bisa terbang, bahkan beberapa lalat mulai menghinggapi kepalanya.
ADVERTISEMENT
Temuan elang yang tergeletak tak berdaya itu juga sempat mengagetkan warga dan sempat viral di media sosial.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, mengkonfirmasi bahwa elang tersebut memang ditemukan di Gunungkidul. Informasi dari relawan masyarakat setempat, Wahyudi mengatakan bahwa elang itu mengalami luka tembak sehingga membuatnya tak bisa terbang.
"Ternyata satwa tersebut sudah terkena luka tembak kurang lebih empat hari di sayap kanan," kata Wahyudi, Minggu (28/8).
Rontgen elang ditembak di Gunungkidul. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rontgen elang ditembak di Gunungkidul. Foto: Istimewa
Dia mengatakan, saat ini elang malang tersebut sudah ditangani oleh relawan masyarakat setempat yang memang pegiat lingkungan. Elang tersebut juga telah mendapatkan penanganan medis oleh dokter hewan. Mulai dari rontgen untuk mengetahui kondisi luka, hingga pemberian obat dan antibiotik.
ADVERTISEMENT
"Posisi satwa sekarang masih dirawat di SM Paliyan," lanjutnya.
Saat ini, kondisi elang sikep-madu asia tersebut menurut Wahyudi sudah membaik dan masih dalam perawatan dokter hewan. Perkembangan kesehatannya juga selalu dipantau mulai dari pengecekan suhu sampai kondisi luka.
Kondisi elang sikep mulai membaik. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi elang sikep mulai membaik. Foto: Istimewa
Jika dalam tujuh hari kondisi lukanya membaik, maka dalam 30 hari dia sudah bisa dikarantina untuk segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
"Kondisinya sudah membaik, bahkan sudah mau terbang. Akan kita rehabilitasi dan akan dirilis jika sudah siap nanti," kata Muhammad Wahyudi.
Sikep-madu asia merupakan spesies burung pemangsa dalam keluarga Accipitridae. Burung ini tersebar di Paleartik timur, India, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Sebagai burung pemangsa, sikep-madu asia menjadi salah satu top predator di habitatnya sehingga memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020