Mengenal Kampus ‘Kristen Muhammadiyah’ atau ‘Krismuha’ yang Viral di TikTok

Konten Media Partner
30 November 2023 15:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Foto: Universitas Muhammadiyah Sorong
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Foto: Universitas Muhammadiyah Sorong
ADVERTISEMENT
Istilah kampus ‘Kristen Muhammadiyah’ atau ‘Krismuha’ viral di media sosial TikTok beberapa hari terakhir. Di akun TikTok @pandanganjogja, unggahan tentang kampus Krismuha sampai saat ini sudah ditonton lebih dari Rp 1,1 juta kali, dikomentari lebih dari 1.500 kali, dan dibagikan lebih dari 2.200 kali.
ADVERTISEMENT
Istilah ‘Kristen Muhammadiyah’ atau ‘Krismuha’ adalah istilah yang digunakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, untuk menyebut kampus Muhammadiyah yang mayoritas mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik.
Haedar Nashir menggunakan istilah Krismuha saat membicarakan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Papua Barat. Meski dimiliki oleh Muhammadiyah, namun 70 persen mahasiswa yang kulia di UNIMUDA Sorong beragama Kristen dan Katolik.
“70 persen mahasiswanya saudara-saudara kami, yang secara agama Kristen dan Katolik, penduduk asli Papua. Dan ini bentuk dari kampus Krismuha (Kristen Muhammadiyah),” kata Haedar Nashir dalam peresmian RS PKU Muhammadiyah UNIMUDA Sorong, Jumat (24/11) pekan lalu.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengungkapkan bahwa sebenarnya kampus Krismuha tak hanya UNIMUDA di Sorong. Muhammadiyah memiliki sejumlah kampus lain, terutama di daerah Indonesia Timur, yang mayoritas mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik atau disebut dengan istilah kampus Krismuha.
ADVERTISEMENT
Di Papua saja ada empat kampus Krismuha, yakni UNIMUDA di Sorong, di Kota Sorong sendiri ada Universitas Muhammadiyah Sorong (UMAMIN), kemudian ada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari, serta Universitas Muhammadiyah Jayapura.
“Jadi di tanah Papua sendiri ada empat,” kata Muhammad Sayuti kepada Pandangan Jogja, Kamis (30/11).
Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kupang. Foto: Universitas Muhammadiyah Kupang
Di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada tiga kampus Krismuha, pertama Universitas Muhammadiyah Kupang, STKIP Muhammadiyah Kalabahi di Alor, serta Universitas Muhammadiyah Maumere. Di kampus ini bahkan bukan cuma mahasiswanya yang mayoritas Kristen dan Katolik, beberapa dosen dan kepala program studi (kaprodinya) juga ada yang beragama Kristen dan Katolik.
Tak hanya itu, di Sulawesi, tepatnya di Manado yakni Universitas Muhammadiyah Manado.
ADVERTISEMENT
“Jadi total ada delapan kampus Kristen Muhammadiyah ya, kampus Muhammadiyah tapi mayoritas mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik,” ujarnya.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. Foto: PP Muhammadiyah
Dari delapan kampus Krismuha yang dimiliki Muhammadiyah, total mahasiswanya diperkirakan mencapai belasan ribu. UNIMUDA Sorong menjadi kampus Krismuha dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni lebih dari 5.000 mahasiswa.
Muhammadiyah menurutnya sangat terharu melihat kampus-kampus mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat setempat. Bahkan, Universitas Muhammadiyah Sorong memiliki ranking yang jauh lebih baik ketimbang kampus-kampus lain di Papua Barat. Kepercayaan itu memberikan energi yang semakin besar bagi Muhammadiyah untuk terus membangun lembaga-lembaga pendidikan di daerah yang kualitas pendidikannya relatif tertinggal.
“Yang kita ingin itu di Merauke yang sekarang masuk Papua Selatan, kami sudah punya klinik di sana, kami rancang beberapa tahun ke depan punya kampus di Merauke,” kata Muhammad Sayuti.
ADVERTISEMENT