News
·
4 Maret 2021 18:06

Pakar Genetik UGM: Varian Corona Inggris B117 Tak Pengaruhi Tingkat Keparahan

Konten ini diproduksi oleh Pandangan Jogja
Pakar Genetik UGM: Varian Corona Inggris B117 Tak Pengaruhi Tingkat Keparahan (145110)
Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, Gunadi. Foto: Humas UGM
Varian corona Inggris B117 terdeteksi sudah masuk ke Indonesia dengan ditemukannya dua kasus pada dua pekerja migran yang baru pulang ke Indonesia. Corona B117 ini disebut-sebut lebih cepat menular dan menyebar karena tingkat penularannya 30-70 persen lebih cepat dibanding virus corona Wuhan. Apakah masyarakat perlu khawatir?
ADVERTISEMENT
Menjawab hal itu, Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, Gunadi, mengatakan bahwa masyarakat tak terlu khawatir berlebihan. Sebab, meski riset terbaru mengatakan varian Inggris ini mempengaruhi derajat keparahan pasien COVID-19 namun riset sebelumnya yakni pada awal Desember tahun lalu justru menyatakan sebaliknya.
“Artinya masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal itu,” kata Gunadi kepada wartawan di Jogja, Kamis (4/3).
Dan yang paling penting, isu yang menyebutkan bahwa varian baru tersebut kebal dari vaksin, menurut Gunadi, tidaklah benar. Sebab data riset menunjukkan varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin. ”Info itu tidak benar, data riset menunjukkan bahwa varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin yang sudah beredar, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, maupun Sinovac,”paparnya.
Pakar Genetik UGM: Varian Corona Inggris B117 Tak Pengaruhi Tingkat Keparahan (145111)
Ilustrasi varian corona Inggris B117. Foto: Istimewa.
Untuk mengantisipasi dari terinfeksi mutasi varian Inggris ini, warga masyarakat diharapkan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan. “Masyarakat boleh waspada dengan adanya mutasi baru tersebut, namun tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. Masyarakat tetap harus menerapkan 3M,” katanya.
ADVERTISEMENT
Adapun pemerintah diharapkan lebih massif dalam melakukan contact tracing dengan cepat dan tepat terutama bagi warga pendatang dari luar negeri.
“Satgas COVID musti bekerja cepat dalam tracing dan selanjutnya terus meningkatkan surveilans genomik serta membatasi mobilitas warga yang tidak perlu,” kata Gunadi. (Gusti G / YK-1)