Konten Media Partner
Pelatih PSIM Minta PSSI Tinjau Ulang Larangan Kehadiran Suporter di Laga Away
1 Desember 2025 13:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pelatih PSIM Minta PSSI Tinjau Ulang Larangan Kehadiran Suporter di Laga Away
Hal ini disampaikan pelatih PSIM Jogja Paul van Gastel, setelah kehadiran 5.000 suporter PSIM di laga away melawan Persija Jakarta di GBK pada Jumat (28/11). #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

ADVERTISEMENT
Pasca tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, PSSI menerapkan larangan suporter tandang demi alasan keamanan. Regulasi yang berlaku sejak musim 2022/2023 itu masih diberlakukan hingga kompetisi Super League 2025/2026.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, pada laga Persija Jakarta kontra PSIM Jogja di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Jumat (28/11) kemarin, sekitar 5.000 suporter PSIM dari Brajamusti dan The Maident, tetap hadir di tribun stadion.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Persija itu berlangsung aman tanpa insiden, bahkan kedatangan suporter Laskar Mataram disambut langsung oleh The Jakmania.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai situasi tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi federasi untuk meninjau ulang larangan suporter tandang.
“Kalian menang, kami kalah, dan tidak ada masalah, tidak ada keributan. Seharusnya memang begitu. Federasi punya alasannya untuk membatasi suporter, tetapi jika kondisinya seperti ini, semoga mereka bisa mempertimbangkannya lagi,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menegaskan pentingnya kehadiran penonton, baik di kandang maupun tandang, sebagai bagian yang menghidupkan pertandingan.
“Karena seperti yang saya bilang, kami bermain sepak bola untuk para fans,” tambahnya.
Laga Persija kontra PSIM disaksikan lebih dari 56.000 penonton, menjadi jumlah kehadiran tertinggi sementara di Super League 2025/2026. Dua tifo raksasa dibentangkan di tribun Selatan dan Utara bertepatan dengan perayaan HUT ke-97 Persija.
Van Gastel menyebut atmosfer tersebut memberikan tantangan sekaligus energi tambahan bagi pemainnya. Ia juga mengapresiasi dukungan besar suporter PSIM yang melakukan perjalanan jauh meski status laga adalah tandang dan terbentur regulasi.
“Sangat menyenangkan melihat begitu banyak suporter yang melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta. Itu memberi energi dan semangat kepada tim.”
ADVERTISEMENT
Pelatih asal Belanda itu menutup dengan penegasan bahwa suasana damai yang tercipta di GBK patut dijadikan contoh.
“Sangat bagus juga bahwa kedua tim dan suporter bisa bersama-sama dalam suasana damai, menikmati atmosfer dan pertandingan.”
