kumparan
20 Juni 2018 19:54

42 ribu Pemudik Kembali ke Jakarta Lewat Terminal Tanjung, Brebes

Ilustrasi. Pemudik menunggu bus di Terminal Dukuhsalam, Slawi, Kabupaten Tegal. (Foto: Reza Abineri/Panturapost.id)
ADVERTISEMENT
BREBES - Memasuki H+5 lebaran, jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta dan daerah sekitarnya terus bertambah. Dari data petugas yang ada di Pos Terminal Tanjung, Brebes, sebanyak 42 ribu penumpang kembali ke Jakarta melalui terminal tersebut.
Kepala Terminal Tanjung Kusmaedi mengatakan, pihaknya menyiapkan 150 armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Masing-masing bus memiliki kapasitas penumpang mencapai 59 orang.
"Rata-rata tiap harinya memberangkatkan penumpang sebanyak 8.500 penumpang. Penumpang mulai memadati terminal sejak H+1 pascalebaran," ucap Kusmaedi, Rabu 20 Juni 2018.
Meski ramai, kata dia, jumlah penumpang yang akan kembali ke Jakarta setelah libur lebaran terus mengalami penurunan.
Terbukti, dua tahun terakhir penurunan tersebut terus terjadi di terminal tersebut. "Memang dibanding pada tahun 2012-2016, dua tahun terakhir (2017 dan 2018) jumlahnya terus mengalami penurunan. Bahkan pada 2012 ada sebagian penumpang yang kembali pulang akibat tidak mendapatkan tempat duduk," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, adanya penurunan penumpang tidak lain lantaran disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, adanya jasa travel, terminal bayangan, dan fasilitas kereta api yang semakin nyaman.
Kusmaedi memaparkan, banyak penumpang yang memilih jasa mobil trevel daripada datang ke terminal lantaran bisa lebih cepat. "Seperti diketahui, terminal bayangan saat ini sudah banyak disepanjang jalur pantura. Sehingga penumpang banyak juga yang memilih naik di terminal bayangan," ungkapnya.
Selain itu, penambahan gerbong kereta mempengaruhi jumlah penumpang di terminal. "Sebab, banyak dari mereka (penumpang) yang juga memilih kereta dibanding naik bus," dia memungkasi.
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan