kumparan
10 Jun 2019 17:15 WIB

530 Cakades di Brebes Deklarasi Pilkades Serentak Damai

BREBES - Ratusan calon kepala desa (cakades) di Kabupaten Brebes menyatakan deklarasi damai Pilkades Serentak se-Kabupaten Brebes di pendapa, Senin 10 Juni 2019.
ADVERTISEMENT
Tercatat ada 148 desa dari 17 kecamatan di Kabupaten Brebes yang mengikuti Pilkades Serentak. Deklarasi ini secara simbolis ditandatangani oleh 2 perwakilan calon kades dari wilayah utara tengah dan selatan.
Kepala Satpol PP Brebes Budi Darmawan mengatakan, deklarasi damai Pilkades Serentak ini dihadiri 922 orang. Mereka terdiri dari 148 panitia pilkades, Pj Kepala Desa, Muspika, seluruh kepala dinas, serta 530 calon kepala desa. Lantaran ada 148 desa dari 17 kecamatan yang menggelar pilkades, maka butuh kesepakatan untuk menciptakan pilkades damai dan kondusif.
"Karena jumlah desa yang menggelar pilkades sangat banyak, maka perlu kesepakatan damai sebagai upaya menciptakan pilkades yang aman dan damai. Pertemuan ini sebagai langkah upaya Pemkab Brebes untuk menciptakan Pilkades yang bermartabat," kata Budi, Senin (10/6).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, pelaksanaan pilkades ini perlu berbagai dukungan dari masyarakat dan pihak terkait. Deklarasi tersebut merupakan ujung tombak pelaksanaan pilkades berlangsung damai dan tertib. Masing-masing calon kepala desa juga diminta untuk memberikan arahan kepada pendukungnya agar berlaku tertib.
Sementata itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, desa memiliki anggaran yang amat besar. Anggaran itu terdiri dari Dana Desa dari pemerintah pusat, Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah kabupaten, serta bantuan keuangan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Bupati juga menjelaskan besaran anggaran Dana Desa tahun 2019.
"Tahun 2019 ini Dana Desa yang masuk ke Kabupaten Brebes mencapai Rp 421 milyar. Dana itu digunakan untuk pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan nonfisik," katanya.
ADVERTISEMENT
Atas besaran anggaran tersebut, Idza berpesan kepada para calon kepala desa agar motivasi pencalonan tidak karena anggaran pemerintah desa yang besar. Melainkan harus fidasari dengan niatan untuk membangun dan menata desa menjadi lebih baik.
Sebab, jika terjadi penyalahgunaan anggaran akan berurusan dengan pihak berwajib. Menurut dia, agar kontestasi Pilkades ini berlangsung jujur dan adil.
Menurut Idza, jika demokrasi berlangsung dengan proses dan cara yang benar, maka akan menghasilkan pemimpin yang benar. Oleh karenanya, idza mengimbau kepada semua pihak agar pilkades berlangsung dengan jujur dan adil.
"Kami berharap agar masing-masing calon menjaga ketertiban agar pilkades berlangsung damai tanpa ada gesekan," pungkasnya. (*)
Reporter : Fajar Eko Nugroho
Editor : Muhammad Abduh
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan