kumparan
15 Mei 2018 15:15

Cerita Ki Manteb Soedharsono Tentang Sosok Ki Enthus

TEGAL - Meninggalnya Enthus Soesmono juga memberikan kenangan manis bagi para seniman. Seperti diketahui, Enthus Susmono, sang dalang kondang yang juga Bupati non-aktif Tegal pada Senin (14/5) malam sekitar pukul 19.15 WIB, telah wafat.
ADVERTISEMENT
Bagi para seniman, ketokohan Enthus, sebagai dalang dan juga kepala daerah, dapat memberikan pencerahan dalam perspektif kehidupan dalam bidang kesenian. Di mana tingkah laku Enthus yang nyleneh dan nyentrik akrab dikenal oleh para seniman. Fakta itulah yang membuat seniman dan budayawan merasa kehilangan dengan sosoknya.
Seperti dalang terkenal Ki Manteb Soedharsono juga menceritakan, kesan- kesan bersama Enthus. Diakuinya, Ki Manteb berkomunikasi terakhir dengan Enthus pada 7 Mei 2018 lalu. Saat itu, ia tengah berada di Palembang.
"Dia telepon katanya mau pentas wayang membawakan lakon Pandawa Mukso, matine Pandawa. Dia bicara mau dibawakan buat wayang wong (orang). Lha aku ngomong nggak bisa (Saya bilang tidak bisa), itu kan lakong wayang. Wayang yo wayang, wong yo wong. Kemudian saya terangkan," beber saat berziarah di rumah duka Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (15/5).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, komunikasi terakhir mau membawakan lakon Pandawa mati itu sudah menjadi firasat dirinya sebelum menghembuskan napas terakhir.
Dia menuturkan, Lakon Pandawa Mukso baru dibawakan dua kali oleh Ki Manteb, seumur hidupnya menjadi dalang. "Jarang ada dalang yang mau membawakan judul meninggalnya tokoh baik dalam cerita pewayangan itu," terangnya.
Bersama Joko Edan, Enthus berguru pada Ki Manteb sudah sejak lama. Sejak masih muda dan masih perjaka, belajar menjadi dalang. "Sebelum menjadi dalang saya ruwat dulu dia di Pantai Widarapayung Cilacap. Saya ngomong dia masih kotor jadi harus dibersihkan saat itu," kenangnya.
Ia mengisahkan sosok Enthus merupakan sosok yang keras, namun suka becanda dan cepat belajar. "Dia pernah ngomong, sama siapa saja dia tidak takut. Tapi kalau sama saya dia bilang takut. Mung karo njenengan aku wedi, dia ngomong gitu," tandas dia.
ADVERTISEMENT
Reporter: Reza Abineri
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan