kumparan
16 Jul 2019 17:02 WIB

Dinilai Otoriter, Wali Murid Minta Kepala SD Negeri 4 Taraban Diganti

20 orang tua murid SD Negeri Taraban 4, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, menuntut kepala sekolah dicopot dari jabatannya karena dinilai otoriter.
BREBES - Sebanyak 20 orang tua murid Sekolah Dasar (SD) Negeri Taraban 4, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi damai meminta Kepala SD Negeri Taraban 4 berinisial SR mundur dari jabatannya, Selasa pagi (16/7). Mereka menilai kepala sekolah itu telah bertindak sewenang-wenang.
ADVERTISEMENT
Dalam aksinya, para orang tua murid membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan 'Menolak keberadaan kepala sekolah sekarang karena otoriter sehingga menciptakan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. Segera diganti dan hengkang dari SD N Taraban 04', 'Kepala Sekolah Mitra Kerja Bukan Raja', 'Kepala Sekolah Harus Bisa Merangkul Bukan Memukul', 'Emang Sekolah Duwe Mbokmu Opo? (Memang sekolah milikmu apa?)
Berdasarkan pantauan di lapangan, orang tua murid sempat cekcok dengan kepala sekolah di halaman sekolah. Beruntung tak terjadi keributan lebih lanjut karena para orang tua murid dipersilakan masuk ke ruangan oleh anggota Polsek Paguyangan. Namun, aksi itu membuat kegiatan belajar-mengajar terpaksa dihentikan.
Sutrisno, salah satu orang tua murid di aksi itu, mengatakan aksi kerja sama dengan komite itu dilakukan sebagai respons atas sikap SR yang dinilai arogan.
ADVERTISEMENT
"Tuntutan kami, sebagai wali murid, kembalikan Bu Endah Kriswati ke SD Negeri Taraban 4. Kedua, ganti kepala sekolah agar kondusif. Alasannya, sebagai kepala sekolah tidak bisa bekerja sama dengan dewan guru, wali murid yang ada di (SD Negeri) Taraban 4," kata Sutrisno, Selasa (16/7).
Sutrisno berpendapat banyak kebijakan yang dibuat secara sepihak oleh kepala sekolah yang berdampak pada tak kondusifnya kegiatan belajar-mengajar. SR, lanjutnya, juga memiliki sikap serupa ketika menjadi kepala sekolah di SD sebelumnya.
"Tidak bisa mengondisikan agar proses belajar-mengajar bagus, murid tenang," ucap Sutrisno.
"Sebelum di sini, ia juga menjabat di SD Negeri Taraban 2 dan SD Negeri Wanatirta dengan cara yang sama seperti sekarang," sambungnya.
Pendapat serupa juga diutarakan Koordinator Aksi, Kharisudin, lewat surat tuntutannya yang menyebut SR bersikap otoriter karena tak bermusyawarah dalam mengambil keputusan.
ADVERTISEMENT
"Memimpin dengan cara otoriter tanpa adanya musyawarah dan kompromi. Sehingga berpengaruh dalam KBM (kegiatan belajar-mengajar) yang mengakibatkan turunnya prestasi sekolah maupun siswa," tulis Kharisudin.
Menurut para orang tua murid, SR juga kerap meninggalkan sekolah saat jam kerja. Sementara itu, Kepala SD Negeri Taraban 4, SR, belum dapat dimintai keterangan hingga berita ini dipublikasikan.
Pengawas Sekolah Kordinator Wilayah Kecamatan Paguyangan Satuan Pendidikan (Satpen), Sugianto, mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut.
"Kami akan segera menindaklanjuti keinginan dari wali murid dan komite ini ke atasan," kata Sugianto di SD Negeri Taraban 4.
Dia mengaku baru tahu ada seorang guru yang dimutasi oleh SR karena proses mutasi diduga dilakukan saat libur sekolah.
"Ini kan sekolah baru masuk dua hari. Jadi baru mengetahui sekarang," imbuh Sugianto. (*)
ADVERTISEMENT
Reporter : Reza Abineri
Editor : Muhammad Abduh
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·