Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Kisah Debi, Pria asal Brebes yang Meraup Untung dari Kerupuk Raksasa

BREBES - Kerupuk biasanya berukuran standar untuk pelengkap makan. Namun di Brebes, ada kerupuk raksasa berbentuk lingkaran yang kerap digunakan sebagai penutup berkat walimahan.

Meski memasuki bulan apit (perhitungan jawa antara bulan Syawal dan Haji), masih saja ada hajatan di Brebes. Namun bukan pernikahan, melainkan syukuran haji atau yang sering disebut walimah safar.

Salah satu produsen kerupuk raksasa di Brebes, Debi (29), mengaku mendapat banyak pesanan. Dalam sehari, dia bisa mengirim 1000 buah kerupuk raksasa ke berbagai tempat di wilayah Brebes, Pemalang hingga Banjarnegara.

"Sehari bisa sampai 1000 buah lah. Ada yang buat pernikahan, kalau sekarang paling banyak buat berkat walimah safar," jelas Debi, Kamis (11/7).

Untuk menyiasati lonjakan permintaan tersebut, Debi bersama dua pekerjanya memproduksi 2000 kerupuk raksasa mentah setiap harinya. Produksi kerupuk diuntungkan dengan adanya musim kemarau yang masih berlangsung, sehingga mempercepat pengeringan.

"Masih bisa terjangkau dengan pesanan yang banyak, karena panas jadi lebih cepat. Sehari bisa kering. Kalau panas kurang, bisa dua hari keringnya," kata Debi.

Selain pesanan untuk walimah safar, pengrajin kerupuk yang berada di Kampung Saditan ini sudah mempersiapkan kerupuk mentah untuk datangnya bulan haji.

"Kalau bulan haji malah lebih banyak lagi, karena pasti banyak hajatan pernikahan," katanya.

Untuk satu buah kerupuk raksasa, Debi mematok harga Rp2.500. "Itu sudah dikemas dalam plastik, tinggal pakai saja," pungkasnya. (*)

Reporter : Yunar Rahmawan

Editor : Muhammad Abduh

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60