Dodok Pintu, Cara Dinkes Tangani Tingginya Kasus TBC di Brebes

Konten Media Partner
25 Maret 2019 16:24 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemberian reward pada peringatan Hari TBC se Dunia di Kabupaten Brebes, Minggu (24/3) kemarin. (foto: yunar rahmawan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemberian reward pada peringatan Hari TBC se Dunia di Kabupaten Brebes, Minggu (24/3) kemarin. (foto: yunar rahmawan)
ADVERTISEMENT
BREBES - Untuk mewujudkan Brebes bebas Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030, Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes memiliki strategi untuk mewujudkannya dengan menggencarkan untuk menemukan penderita sebanyak-banyaknya untuk diobati sampai sembuh.
ADVERTISEMENT
"Caranya kita menggandeng kader kesehatan untuk menemukan kasus sebanyak-banyaknya. Terutama kader Aisyiyah dengan gerakan ketuk pintu mencari penderita TBC," ucap Kepala Dinkes Brebes, Sartono, usai acara peringatan Hari TBC se Dunia di Kabupaten Brebes, Minggu (24/3) kemarin.
Ia menambahkan, strategi lainnya yakni, penyuluhan ke masyarakat dalam rangka mewujudkan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan salah satunya adalah semua orang terduga TBC diharuskan untuk diperiksa dahaknya. Sedangkan tema hari TBC yang mengusung tema "Saatnya Indonesia bebas TBC mulai dari saya" harus diberlakukan.
"Kita lakukan penyuluhan TBC dan skrining TBC di ponpes, lapas, dan sekolahan. Dan juga, melakukan kunjungan penderita TBC yang putus berobat. Kemudian kita dorong gerakan ketuk pintu mencari penderita TBC. Lomba Poster dengan tema Brebes bebas TBC mulai dari saya," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Kasus TBC Brebes Tinggi
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ismawan Nur Laksono menjelaskan, jika program Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (Toss TBC) yakni, kegiatan penemuan secara aktif dan masif sekaligus mendorong pasien TBC untuk memeriksakan diri dan menjalankan pengobatan hingga tuntas.
"Jadi pengertian Toss TBC mengharuskan setiap orang agar turut aktif mengedukasi, menemukan kasus TBC atau berinisiatif melakukan pemeriksaan ke Puskesmas bila mempunyai gejala TBC," ucap Ismawan Nur Laksono.
Disisi lain, keberadaan kasus TBC di Brebes masih cukup tinggi. Berdasarkan datanya, pada 2018, jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 2.642 kasus. Sedangkan angka penemuan baru mencapai 70 persen dari target yang telah ditetapkan. Sehingga sekitar 30 persen kasus yang belum ditemukan atau belum tercatat.
ADVERTISEMENT
Kemudian, angka kematian kasus TBC di 2017 sebanyak 44 kasus, sedangkan di 2018 sebanyak 17 kasus. Angka kesembuhan Kabupaten Brebes masih belum mencapai target yakni sebesar 70 persen dan kasus DO yang tinggi yang mencapai 11 persen. Sehingga mengakibatkan tingginya angka kasus TBC yang resisten obat (TB MDR) di Kabupaten Brebes.
"Sejak tahun 2011 hingga bulan Febuari 2019, jumlah seluruh kasus MDR di Kabupaten Brebes mencapai 165 orang yang tersebar di 38 puskesmas," beber dia.
Dalam kegiatan peringatan Hari TBC sedunia, juga diserahkan reward kepada Kader teladan Sri Rahayu dari Puskesmas Bumiayu, petugas TB teladan Cheru dari Puskesmas Buaran dan Erwin sulistyowati dari RS Bhakti Asih. Pemenang Poster juara 1 Abdul Kalim, 2 Alysya Padya, 3 M.Yusuf dari percetakan Siasem. (*)
ADVERTISEMENT
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor : Muhammad Abduh