Pencarian populer
PUBLISHER STORY
6 September 2018 17:11 WIB
0
0
Dollar Naik, Pengusaha Logam di Tegal Cemas
Pekerja industri logam di Tegal menyelesaikan garapan, di saat bahan baku yang seret. (foto: reza abineri)
TEGAL - Melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar membuat beberapa pengusaha logam besi di Kabupaten Tegal cemas. Pasalnya, dengan nilai tukar yang hampir menembus angka Rp 15 ribu membuat pasokan bahan baku besi tersendat.
Satu pengusaha besi asal Desa Kajen, Kecamatan Talang, Fauzi Sobri (72) misalnya. Dirinya tidak mendapat kiriman pasokan bahan baku besi dari pabrik. "Sudah satu minggu ini, bahan baku besi yang dari pabrik di Jakarta sudah habis," katanya.
Penyebab habisnya stok lantaran pabrik pemasok bahan baku besi tidak kuat membeli dari luar negeri. "Katanya mereka sudah tak kuat beli, karena harga besi mentah semakin mahal," ucap dia.
Praktis, pengusaha pembuatan sparepart motor ini hanya mengandalkan sisa stok. Akibatnya, ia keteteran menerima orderan dari pabrik motor dari Jakarta yang cukup banyak. "Sementara kita stop menerima pesanan," ujar dia.
Ia mengaku, September ini belum ada pesanan yang sedang digarap. Ia hanya menggarap pesanan yang sudah masuk satu bulan yang lalu.
Fauzi pun mengaku cemas dengan kondisi seperti ini. Meski belum sampai merumahkan, ia tidak menjamin dapat mempertahankan para karyawannya dalam satu minggu ke depan.
"Karyawan kami yang berjumlah 30 orang masih bekerja. Namun kalau dollar masih mahal, tidak bisa menjamin dapat bertahan dalam satu minggu ke depan. Bisa stop line," keluhnya.
Hal yang sama dialami penjual besi asal Desa Talang, Syaefudin (36). Dikatakan, sudah sejak tiga hari belakangan banyak pembeli yang membatalkan pesanan karena mahalnya harga besi. "Banyak yang akhirnya batalin pesanan. Karena kaget harga semakin mahal," ujar dia.
Sebenarnya, kata dia, harga jual besi sudah mulai merangkak naik sejak pertengahan Agustus. Apabila dirata-rata naiknya harga jual sekitar 3 persen. "Pertengahan Agustus harga jual sudah mulai naik. Dari Rp 7 ribu sekarang jadi Rp 15 ribu. Karena stok besi kita dari Jakarta yang kemungkinan produk impor," beber dia.
Ia pun tidak berani menyetok besi banyak, lantaran harga besi masih tidak stabil. "Gak berani nyetok banyak. Kalau mau beli ketika ada pesanan saja. Apalagi saat ini banyak pembeli yang membatalkan pesanannya," kata dia. (*)
Reporter : Reza Abineri
Editor : Muhammad Abduh


Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: