kumparan
20 September 2019 16:01

Ganjar Pranowo Ajak Gojek Terapkan Smart Province di Jateng

WhatsApp Image 2019-09-20 at 13.38.13.jpeg
Ganjar berkunjung ke markas besar perusahaan decacorn Gojek di Kawasan Blok M Jakarta, Jumat (20/9). (Foto: Humas Pemprov Jateng)
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, segera menerapkan Peraturan Daerah Provinsi Cerdas yang telah meluncur pada 31 Agustus kemarin. Ganjar menggandeng Gojek untuk merealisasikan Smart Province di Jawa Tengah. Dia berkunjung ke markas besar perusahaan decacorn itu di Kawasan Blok M Jakarta, Jumat (20/9).
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan Konsep Provinsi Cerdas itu diterapkan dengan basis Informatika dan Teknologi (IT). Di antaranya meliputi lingkungan tempat tinggal yang layak (smart society), harmonisasi tata ruang (smart living), sekaligus sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat (smart economy).
Perda Provinsi Cerdas tersebut juga untuk Peningkatan daya tarik wisata (smart branding), pengembangan tata kelola hutan, sampah, limbah, energi (smart environment), serta pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, dan tuntas melalui SPBE (smart government) juga akan menjadi konsep penerapannya. Menurut Ganjar apa yang telah dilakukan Gojek, lewat platform-platform yang tersedia bisa disinergikan dengan hal-hal tersebut.
“Prinsipnya kan untuk menerapkan sistem pelayanan mudah, murah dan cepat. Juga seiring perkembangan zaman, digitalisasi tidak akan terhindarkan," kata Ganjar.
WhatsApp Image 2019-09-20 at 13.38.13 (1).jpeg
Ganjar berkunjung ke markas besar perusahaan decacorn Gojek di Kawasan Blok M Jakarta, Jumat (20/9). (Foto: Humas Pemprov Jateng)
Menurutnya, apa yang dilakukan Gojek ini cukup menginspirasi, karena bisa menyelesaikan banyak persoalan. Agar lebih mudah dalam operasionalnya, kata Ganjar, maka jalinan kerjasama ini dibutuhkan dan tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan platform lainnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini di Jawa Tengah Gojek telah menjalin kerja sama dengan Trans Semarang serta pembayaran pajak. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Jawa Tengah diakui sebagai provinsi yang siap untuk menerapkan Smart Province.
CEO Gojek, Nadiem Makarim mengatakan banyak hal yang bisa direlasikan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Gojek. "Secara garis besar yang paling memungkinkan adalah sektor UMKM, transportasi, online tiket wisata, pengangkutan, promosi kalender event dan pajak," katanya.
Terlebih kekuatan Gojek di Jawa Tengah juga cukup besar karena telah menggandeng kemitraan dengan 30 ribu UMKM, 100 ribu goride dan 30 ribu gocar. Hal tersebut juga didukung dengan banyaknya transaksi yang dilakukan. Per Agustus ini saja sudah ada 4,1 juta transaksi.
ADVERTISEMENT
"Namun ujung-ujungnya adalah pemberdayaan UMKM dan pelayanan. Dengan begitu taraf perekonomian serta layanan masyarakat akan naik," katanya. (Jateng Gayeng/Adv)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan