News
·
24 Juli 2021 13:37
·
waktu baca 2 menit

Girangnya Penjual Bakso Keliling di Brebes, Dagangannya Ludes Diborong Polisi

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Girangnya Penjual Bakso Keliling di Brebes, Dagangannya Ludes Diborong Polisi (10208)
searchPerbesar
Polisi memborong dagangan penjual bakso keliling di Brebes. (Foto: Fajar Eko)
Mansyur (34) pedagang bakso kuah keliling sedang berhenti sejenak di ujung gang jalan raya Pebatan, Wanasari, Brebes, mengharap pembeli datang, Jumat (23/7/2021). Malam itu, jarum jam sudah menunjukan pukul 21.57 WIB. Jalanan tampak lengang, hanya beberapa kendaraan dan warga yang melintas.
ADVERTISEMENT
Mansyur bercerita kebijakan PPKM Darurat sangat berdampak bagi dirinya. Sebagai pedagang makanan keliling, dengan pembatasan kegiatan masyarakat membuat omzet penjualan menurun drastis.
"Sejak pandemi ini memang pendapatan turun drastis. Tapi, saya bersyukur pak masih bisa jualan. Hasil berapa pun disyukuri saja, karena ini rezeki ya," kata Mansyur di sela menjajakan daganganya.
Ia pun berterima kasih kepada polisi yang memborong bakso kuah dagangannya sampai habis. Malam itu, dia akhirnya bisa pulang ke rumah lebih cepat.
"Alhamdullilah, terima kasih pak, saya langsung pulang setelah ini, maaf ya pak," kata Mansyur kepada Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto.
Selain dagangannya diborong, Mansyur dan para pedagang kaki lima (PKL) lainnya juga mendapatkan bantuan sosial berupa paket beras.
ADVERTISEMENT
"Sebelum pandemi jualan keliling dari siang pulang tidak sampai larut malam. Sekarang pulang sampai larut tapi bakso masih ada," kata dia.
Menurut Kapolres, Kebijakan PPKM ini untuk mengurangi mobilitas warga. Tetapi pihaknya melakukan aksi simpatik karena mereka para pedagang yang terdampak pandemi COVID-19.
Girangnya Penjual Bakso Keliling di Brebes, Dagangannya Ludes Diborong Polisi (10209)
searchPerbesar
Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto memborongan dagangan dan membagiakan paket beras ke PKL Terdampak Pandemi COVID-19. (Foto: Fajar Eko)
Ia menambahkan, sebelum turun untuk patroli ke lapangan, pihaknya menggelar apel malam gabungan berskala besar di Mapolres Brebes. Apel itu untuk menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Brebes.
"Untuk kegiatan patroli skala besar yang akan dilakukan adalah untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di saat masa PPKM Darurat," kata Faisal Febrianto.
Setelah pelaksanaan apel gabungan, Kapolres bersama Dandim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan dan Kasatpol PP Supriadi, menyusuri sepanjang jalur protokol di Brebes kota sambil membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat dan para pedagang yang terdampak pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
“Dalam pelaksanaan kegiatan patroli skala besar ini, tetap kita kedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat agar jangan sampai ada gesekan,” jelasnya.
Kemudian tidak ada cara-cara kasar karena masyarakat sudah cukup lama menghadapi pandemi. Sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dengan kehadiran petugas.
Sedangkan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat terdampak pandemi, merupakan instruksi dari Kapolri kepada jajarannya sebagai untuk membantu akselerasi pemulihan ekonomi masyarakat.
“Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat saat ini,” kata Kapolres.
Saat patroli, Kapolres bersama TNI dan Satpol PP juga menyosialisasikan kepada para pedagang tentang aturan operasional kegiatan perekonomian yang diatur dalam PPKM Level 4 atau PPKM Darurat saat ini. Yakni batas para pedagang beroperasi hanya sampai pukul 21.00, untuk mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, dari pantauan di lapangan, sebagian besar pedagang sudah tutup dan ada sebagian lainnya yang sibuk mengemas barang dagangan.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap mematuhi Prokes ketat. Silakan berjualan dan beraktivitas seperti biasa. Hindari kerumunan dan wajib memakai masker," pungkasnya. (*)