kumparan
KONTEN PUBLISHER
7 Juli 2019 20:08

Holiday Camp di Brebes, Mengisi Liburan Tanpa Gadget

WhatsApp Image 2019-07-07 at 19.10.26.jpeg
BREBES - Pesatnya kemajuan teknologi gadget atau gawai, tanpa disadari mengubah aktivitas harian. Perubahan misalnya dapat dilihat dari ragam permainan tradisional anak yang semakin jarang dilakoni.
ADVERTISEMENT
Misalnya permainan petak umpet, congklak, egrang, lompat tali, ular naga, dan permainan 'jadul' lainnya. Permainan-permainan itu yang dulunya membuat anak-anak berinteraksi penuh keceriaan di masing-masing kampungnya.
Untuk itu, kegiatan sekolah alam diadakan di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Sabtu-Minggu (7-8/19). Kegiatan yang diadakan oleh Sekolah Alam Darul Huffadz juga untuk mengisi waktu libur sekolah.
Peserta yang berjumlah 50 anak kalangan sekolah dasar, dikenalkan dengan permainan alam khas Brebes bagian Selatan. Menariknya, selama dua hari mereka dilarang memakai gawai saat bermain.
"Asyik dan seru. Banyak kegiatan yang saya baru dapat," ucap Kenzie (10), satu peserta asal Bumiayu.
Adapun selama dua hari anak-anak dikenalkan bermain membuat kerajinan dari lempung atau tanah liat. Dalam permainan itu, mereka bebas membuat sebuah karya sesuai dengan kreativitas mereka. Ada juga program membuat jajanan dan kue yang disebut cooking day.
ADVERTISEMENT
Pemerhati Anak sekaligus Direktur Program Sekolah Alam Darul Hufadz M Fathur Rozak mengatakan Holiday Camp diadakan untuk membantu anak anak menjadi aktif dalam mengisi waktu liburan sekolahnya. Selain kegiatan yang menyenangkan, namun juga bermanfaat untuk potensi dan tumbuhkembang anak.
"Ada banyak manfaat dari kegiatan ini. Diantaranya melatih motorik anak anak, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan teman, hingga melatih kreatifitas anak," kata Rozak
Dengan demikian, kata dia liburan dapat menjadi ajang bermain dan bergembira yang edukatif. Lalu mengintensifkan interaksi dan komunikasi antara orangtua dan anak.
Ia juga menyarankan keseimbangan antara kehidupan nyata dengan penggunaan gawai. Misalnya dengan membatasi jam anak menggunakan gawai, juga aktif mengajak anak berinteraksi dengan orang sekitar.
ADVERTISEMENT
"Harapan saya agar kegiatan ini kedepan bisa terus diadakan agar seluruh anak anak bisa merasakan pengalaman yang sama dengan peserta holiday camp tahun ini, selain itu saya juga berharap para peserta young camp bisa mengaplikasikan materi yang telah diberikan," terangnya. (*)
Reporter : Reza Abineri
Editor : Muhammad Abduh
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan