kumparan
20 September 2019 11:26

Kecelakaan Maut di Tegal, Ambulans Diduga Sempat Terseret 200 Meter

Kepolisian menggelar olah TKP kecelakaan ambulans tabrak truk di KM 300+400 Tol Tegal-Pemalang. (Foto: Irsyam Faiz)
TEGAL - Kepolisian menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di Tol Tegal-Pemalang, Jumat (20/9). Peristiwa yang melibatkan mobil ambulans dan truk tersebut menewaskan 5 penumpang.
ADVERTISEMENT
Pantauan PanturaPost di lokasi, sejumlah personel polisi dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng dan Satlantas Polres Tegal diterjunkan. Petugas melakukan buka tutup di ruas tol KM 300, Desa Pendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.
Dalam olah TKP kali ini, polisi menggunakan teknologi Traffic Analysis Accident (TAA). Sejumlah petugas tampak mengukur dengan meteran di sepanjang jalan yang diduga menjadi titik kecelakaan. Mereka juga menandai beberapa titik jalan dengan pilok.
Kepala Subdit Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, AKBP Agung Aris, mengatakan olah TKP ini digelar untuk mengetahui penyebab dan kronologi kejadian dengan lebih detail.
"Olah TKP melakukan scanner 3 dimensi. Nantinya itu sebagai bahan kita untuk bisa mengatahui dari mana titik pertama sampai titik terakhir kendaraan yang terlibat kecelakaan," kata dia.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana diketahui, ambulans dan truk tersebut sama-sama melaju dari barat ke timur. Saat itu, truk berjalan dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam di jalur lambat. Tiba-tiba mobil ambulans melaju dengan kecepatan tinggi menabrak bagian belakang truk.
Menurut sopir truk, Zaenal Abidin, 44 tahun, dia sempat merasa terdorong saat ambulans itu menabrak truk. Saat itu dia tidak langsung berhenti. "Saya mengurangi kecepatan dan menepi. Saya kira (mobil ambulans) sudah lepas ternyata masih nempel mobilnya di belakang truk," katanya.
Kepolisian menggelar olah TKP kecelakaan ambulans tabrak truk di KM 300+400 Tol Tegal-Pemalang. (Foto: Irsyam Faiz)
Dari pantauan saat olah TKP, terdapat bekas pengereman sekitar lokasi kecelakaan. Diduga itu berasal dari mobil ambulans. Sebab, saat kejadian, mobil jenis Grand Max tersebut sempat hilang kendali dan oleng ke kiri.
ADVERTISEMENT
Menurut Agung Aris, dari hasil pengukuran sementara, dari titik awal kecelakaan hingga berhentinya kendaraan, panjangnya mencapai 200 meter. Namun, menurut Agung, data tersebut belum bisa digunakan untuk menyimpulkan penyebab dan kronologi kejadian.
"Kami masih terus mendalami. Hasilnya nanti dalam bentuk visual 3 dimensi, sehingga lebih jelas," katanya. Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan olah TKP. Kendaraan dari arah barat dihentikan sementara.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Muhamamd Adiel Aristo, mengungkapkan, selain olah TKP, pihaknya masih mememeriksa sejumlah saksi-saksi. Termasuk sopir truk saat ini masih diamankan di Mapolres Tegal.
"Kami masih dalami lagi. Nanti seletah ini selesai, kan bisa diketahui hasilnya. Penyebab sebenarnya itu apa," katanya. (Irsyam Faiz)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan