kumparan
14 Apr 2019 17:17 WIB

Kemenpora dan Pemkab Tegal Berkolaborasi Cetak Wirausaha Muda

Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Hotel Grand Dian Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (14/4). (Foto: Irsyam Faiz)
TEGAL - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal untuk mencetak wirausaha muda. Komitmen itu diwujudkan dengan menjaring ratusan bibit pengusaha muda dari sejumlah kecamatan dan pelosok desa.
ADVERTISEMENT
Sedikitnya ada 300 anak muda berusia 16-30 tahun yang ikut penjaringan ini. Mereka dikumpulkan dalam Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Hotel Grand Dian Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (14/4). Para peserta yang datang dari berbagai kecamatan itu mendapatkan materi bagaimana langkah-langkah berwirausaha.
Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan, mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk menguatkan motivasi anak muda untuk berwirausaha. Pihak Kemenpora dan Pemkab Tegal memfasilitasi ide-ide usaha para pemuda agar bisa segera diwujudkan dan dikembangkan.
“Jadi kami memberikan materi dan trik-trik berwirausaha. Apa saja yang bisa diakses untuk pertumbuhan bisnis, kebutuhan produksi, dan promosi sebuah produk. Termasuk akses pendanaan,” jelas Imam.
Dia menerangkan, 300 pemuda yang hadir pada acara pelatihan itu nantinya akan diseleksi lagi. Mereka akan berkompetisi untuk mendapatkan akses modal berupa dana hibah senilai Rp 15-25 juta per proposal. Proposal usaha terpilih adalah yang memiliki ide kreatif dan bisa berkelanjutan.
Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Hotel Grand Dian Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (14/4). (Foto: Irsyam Faiz)
“Bagi yang lolos seleksi akan mendapatkan dana hibah dari Kemenpora. Sekali lagi ini dana hibah ya bukan pinjaman,” katanya.
ADVERTISEMENT
Setelah memperoleh akses modal, bibit pengusaha muda ini akan didampingi oleh tim kolaborasi selama 2-3 tahun. Di sana mereka akan dibimbing bagaimana menjalankan usaha yang baik. Termasuk akan dicarikan partner-partner pengembangan bisnis.
“Dengan begitu, mereka tidak kebingungan dalam berwirausaha.”
Nantinya, program ini juga akan melibatkan lintas kementerian. Di antaranya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenko UKM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Pertanian.
“Misalnya ada peserta yang mau mengembangkan bisnis agro. Maka dikoneksikan dengan Kementan. Dan tidak menutup kemungkinan mereka bisa mendapatkan akses modal dari sana,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tegal, Umi Azizah menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, DNA masyarakat Kabupaten Tegal sesungguhnya adalah wirausahawan. Saat ini, sudah tidak terhitung lagi jumlah warga yang berprofesi sebagai pengusaha warteg, pedagang martabak, pengrajin kok bulu tangkis, pengecor logam. “Hingga Kabupaten Tegal ini sempat dikenal sebagai ‘Jepangnya Indonesia’,” katanya.
ADVERTISEMENT
Untuk mendukung semua itu, maka Pemkab Tegal telah menyiapkan ruang Co-WorkingSpace di area Taman Rakyat Slawi (TRASA). Tempat itu nantinya berfungsi sebagai episentrum lahirnya start-up bisnis yang digawangi anak- anak muda untuk bersaing dan berkompetisi di era digital marketing. (Irsyam Faiz)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan