News
·
27 Februari 2021 18:13

Kisruh Walkot vs Wawalkot Tegal, Sekda: Harapannya Segera Bertemu dan Salaman

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Kisruh Walkot vs Wawalkot Tegal, Sekda: Harapannya Segera Bertemu dan Salaman (316475)
Sekda Kota Tegal. (Foto: Setyadi)
TEGAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal sedang diuji dengan munculnya konflik antara wali kota dan wakil wali kota yang terus memanas. Meski demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal Johardi menyatakan, perseteruan tersebut tak sampai mempengaruhi jalannya roda pemerintahan.
ADVERTISEMENT
"Layanan untuk masyarakat termasuk jajaran birokrasi, surat menyurat tidak ada masalah. Dan OPD tidak terpengaruh sama sekali terhadap hal seperti ini," kata Johardi kepada PanturaPost, Kamis (24/2/2021).
Menurut Johardi, adanya perseteruan tersebut tak sampai mempengaruhi jalannya birokrasi termasuk jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Mengingat, sudah pernah mengalami di era pemimpin sebelumnya yang juga tidak harmonis.
"Kalau melihat pengalaman pimpinan yang lalu dampaknya memang sangat membuat resah, muncul keprihatinan jajaran di birokrasi maupun masyarakat. Dan ini jangan sampai pernah terjadi lagi. Prihatin, sakit kita," katanya.
Johardi mengatakan, keduanya yang sedang dilanda konflik pribadi seharusnya bisa mengesampingkan ego masing-masing.
"Di depan kita ada masyarakat yang perlu dibesarkan, dibantu, diayomi. Kita kalau masih mempertahankan ego masing-masing masyarakat akan menangis," kata Johardi.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, besar harapan Johardi, perseteruan keduanya bisa segera berakhir atau berdamai seperti semula.
"Sebagai Sekda, saya pasti ingin hubungannya baik-baik saja kembali semula. Tujuan saya menjembatani. Karena di depan kita masyarakat. Tidak boleh ada hal seperti ini, tapi ini kan urusan privasi, pribadi," katanya.
Johardi mengaku masih berusaha menjembatani keduanya agar kembali harmonis. Termasuk meminta waktu keduanya untuk bertemu.
"Saya sudah menyampaikan ke Pak Wali, mungkin masing-masing masih mencari waktu. Kalau saya harapannya segera bertemu, salaman, rangkul rangkulan sudah selesai," kata Johardi.
Seperti diketahui, perseteruan antara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakilnya Muhamad Jumadi kian memanas.
Yang terbaru Dedy melaporkan Jumadi ke Polda Jateng, Rabu (24/2/2021) terkait dugaan pencemaran nama baik atas dugaan rekayasa kasus narkoba di Hotel Century Park Jakarta yang terjadi pada 9 Februari.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, sejumlah fasilitas Jumadi juga ditarik seperti ajudan dan sopir dengan alasan Jumadi mangkir kerja selama 11 hari, meski sudah dibantah Jumadi yang mengaku masih beraktivitas. Tak hanya itu, ruangan kerja Jumadi di Balai Kota Tegal juga sempat dikunci.
Sementara pihak pemkot saat itu menyatakan, fasilitas tersebut tidak ditarik melainkan sopir dan ajudan mengundurkan diri dan kantor dikunci. Alasannya untuk mengamankan aset karena Jumadi disebutnya tak masuk kantor. (*)