Pencarian populer

Lolos Seleksi PG Tapi Nasib Honorer K2 Brebes Belum Jelas

Honorer K2 saat menggeeruduk gedung DPRD Kabupaten Brebes. (foto: fajar eko nugroho)

BREBES - Nasib ratusan tenaga honorer kategori 2 (K2) yang tergabung dalam forum honorer kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Brebes hingga kini belum jelas status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Padahal, mereka telah dinyatakan lolos passing grad (PG) dalam seleksi P3K, tetapi tidak masuk dalam kuota. Bahkan, Senin (13/5) kemarin, mereka mengeruduk gedung DPRD Kabupaten Brebes untuk menyalurkan aspirasinya.

Saat berada di gedung dewan, para tenaga honorer K2 tersebut ditemui Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes Imam Royani bersama beberapa anggotanya. Kemudian, mereka beraudiensi dengan Komisi IV DPRD Brebes untuk mencari solusi persoalan tersebut.

"Kemarin kami menemui komisi IV DPRD untuk meminta kejelasan bagi honorer K2 yang lolos PG, tetapi tidak lolos kuota dalam seleksi P3K. Kami harap DPRD bisa memberikan solusi yang tepat nanti seperti apa," ucap koordinator FKH21 Brebes, Tokidio.

Selain itu, kata dia, dirinya meminta kejelasan bagi tenaga honorer K2 yang lolos seleksi, tetapi ijazahnya hingga kini masih menunggu. Padahal di tahun 2019 ini mereka sudah pada wisuda.

Kemudian, tuntutan lainya, dirinya meminta pemerintah agar tidak ada pengangkatan tenaga K2 untuk menjadi P3K susulan, sebelum persoalan yang terjadi ini dilesaikan.

"Tiga tuntutan ini yang kami sampaikan ke anggota DPRD. Kami berharap nantinya akan ada solusi yang lebih baik," ungkapnya.

Sedangkan jumlah tenaga honorer K2 dari tenaga pendidik yang mengikuti seleksi P3K ada sebanyak 771 orang. Kendati demikian, satu di antaranya tidak hadir dalam tes sehingga hanya sebanyak 770 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 516 di antaranya memenuhi ambang batas atau lolos PG. Namun dari 516 yang dinyatakan lolos PG tersebut hanya diambil 123 peserta.

"Jadi masih ada sebanyak 393 orang yang lolos PG tetapi tidak masuk kuota. Mereka ini nantinya mau dikemanakan dan statusnya bagaimana," ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, tenaga honorer kesehatan ada sebanyak 74 peserta yang mendaftar seleksi P3K dan ada sebanyak 70 peserta yang lolos PG, sementara kuota yang dibutuhkan hanya 18 orang.

"Ini yang membuat kami kecewa. Untuk itu, kami berharap ada solusi dan berharap kuota P3K ditambah," jelasnya.

Dari hasil pertemuan dengan Komisi IV DPRD, lanjut dia, pihaknya belum puas karena solusi belum bisa direalisasikan. Namun demikian, ketika upaya yang dilakukan pihaknya masih juga mengambang, desakan akan terus dilakukan. "Kami juga akan melakukan upaya lain, yakni berkoordinasi dengan pengurus pusat agar bisa bertemu dengan Kementerian yang membidangi," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Imam Royani mengatakan, di Kabupaten Brebes diketahui ada sebanyak 626 tenaga honorer K2 yang lolos seleksi P3K. Namun dari jumlah itu, kuota yang tersedia hanya sebanyak 201. Itu karena berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah. Sehingga, total yang sudah lolos tetapi belum terakomodir sebanyak 445 orang.

"Jadi begini, nanti kita akan carikan solusinya di Badan Anggaran. Ini karena untuk memenuhi seluruh kuota yang lolos dan gajinya disesuaikan dengan ASN golongan 3a sekitar Rp 3 juta, berarti untuk Dinas Pendidikan membutuhkan anggara Rp 11 miliar dan Dinas Kesehatan Rp 1 miliar. Ini nanti kita akan bawa ke Badan Anggaran sehingga tuntutan mereka (honorer K2) bisa terpenuhi," ucap Imam Royani. (*)

Reporter : Fajar Eko Nugroho

Editor : Muhammad Abduh

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23