kumparan
8 Feb 2018 23:01 WIB

Objek Wisata Guci Dikabarkan Banjir Bandang, Ternyata Ini yang Terjadi

Banjir di Objek Wisata Guci, Kamis, 8 Februari 2018. (Foto: Istimewa)
ADVERTISEMENT
TEGAL - Objek wisata Guci Tegal dikabarkan dilanda banjir bandang, Kamis sore, 8 Februari 2018. Kabar itu menyebar di media sosial facebook hingga whatsapp.
Informasi soal banjir bandang itu dilengkapi dengan video yang menunjukkan Kali Gung yang berada di Objek Wisata Guci mengalami banjir besar. Air sungai kali gung tampak keruh.
Video berdurasi hampir dua menit tersebar di berbagai media sosial sejak Kamis petang. Penelusuran Panturapost.id, salah satu akun yang mengunggah m di Facebook yakni akun Pholenk NS sekitar pukul 18.30. Akun tersebut memberi keterangan bahwa keruhnya air sungai saat banjir karena adanya proyek panas bumi di lereng gunung Slamet.
“Sebelum ada proyek geothermal di gunung slamet kayane ngga pernah denger, guci sampai begini. Ketika alam rusak, ketika air tidak terserap di gunung akibat ulah manusia, jangan salahkan air jika mereka mengamuk dikota, jangan salahkan banjirnya, salahkan penyebab air itu mengalir deras dari hulu ke hilir.....” demikian tulis akun tersebut.
ADVERTISEMENT
Hingga berita ini ditulis, video itu telah ditonton 28,2 ribu kali, dibagikan 1.661 kali, dan dikomentari 78 kali. “Pemerintah pancen joss, pembangunan PLTPB durung ddi efeke wes aring ndi" ora.... Podo micek !!!” tulis salah satu akun facebook Salam Agaa.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Objek Wisata Guci, Abdul Haris, mengkonfirmasi peristiwa banjir itu. Dia membenarkan sungai Kaligung sore itu memang sedang dilanda banjir. Tapi dia membantah kalau di Guci terjadi banjir bandang.
“Tidak ada banjir bandang. Itu banjir biasa. Cuma memang debitnya meningkat,” kata Haris saat dimintai konfirmasi Panturapost.id.
Haris mengatakan banjir tersebut tidak merusak fasilitas objek wisata. Termasuk kolam pemandian air panas yang berada di sekitar jembatan. Dia menjamin, objek wisata air panas tersebut masih aman untuk dikunjungi.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, dia mengingatkan kepada para pengunjung untuk berhati-hati. Mereka dilarang masuk ke Kali Gung untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.
“Malam ini sudah mulai berkurang debit airnya. Jadi wisatawan tak perlu khawatir. Asal jangan masuk sungai aja sudah aman,” ujar Haris.
Disinggung apakah banjir tersebut terkait proyek panas bumi? Haris menduga banjir tidak ada kaitannya dengan proyek tersebut. Sebab Kali Gung berada di jalur yang berbeda dengan lokasi proyek panas bumi. “Saya kira tidak ada kaitannya ya,” katanya.
Haris menduga keruhnya air Kali Gung disebabkan karena ada sejumlah titik di lereng Gunung Slamet yang dilanda tanahlongsor. “Kemungkinan besar karena longsor,” pungkas dia.
Reporter/editor: Muhammad Irsyam Faiz
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan