Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Pasca Digeruduk, Kegiatan Belajar di SDN 4 Taraban Tak Terpengaruh

BREBES - Kondisi pasca puluhan massa yang mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SD N) 4 Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes terlihat normal. Kedatangan para massa dipicu lantaran ketidakpuasan kepemimpinan dari Kepala SD N 4 Taraban.
ADVERTISEMENT
Dari pantauan pada Rabu (17/7/19) siang, kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh kelas terlihat tak terpengaruh dengan aksi massa dari para wali murid tersebut. "Alhamdulillah KBM tidak terpengaruh dengan aksi kemarin (16/7/19). Karena ada kepercayaan wali murid kepada para guru," kata Hadi Pranoto, salah satu guru SD N Taraban saat ditemui di kantornya.
Dikatakan, kepercayaan tersebut lantaran selama ini, para guru yang langsung menangani KBM. Terlebih ada dukungan moril dari para komite sekolah kepada para guru SD Negeri 4 Taraban.
Meski demikian, wartawan yang mengonfirmasi Kepala Sekolah berinisial SR tidak bertemu di kantornya.
Hadi dan para guru lainnya mengaku, tidak mengetahui keberadaan SR tersebut. Mereka beralasan lantaran sejak pagi SR tidak terlihat di sekolah.
ADVERTISEMENT
Sementara dimutasikan guru Endah Kriswati oleh Kepala Sekolah berinisial SR tidak ada efek. Hal tersebut lantaran tugasnya untuk sementara dapat ditangani oleh para guru yang lainnya. "Tugas bu Endah yang sekarang pindah, sementara ditangani bersama-sama guru di sini," ucap Hadi.
Endah sendiri saat ini dimutasikan ke SD Negeri 3 Pagojengan yang letaknya lumayan jauh. Saat di SD Negeri 4 Taraban, ia bertugas mengajar untuk kelas 6.
Hanya saja, ujar Hadi pihak sekolah hanya sedang fokus menangani masa orientasi sekolah (MOS) bagi siswa baru. Hal yang dilakukan dalam MOS tersebut di antaranya memperkenalkan para siswa ke lingkungan baru mereka.
"Hanya masih disibukkan dengan MOS kepada 29 siswa baru. Berlangsung selama tiga hari dimulai Senin lalu," terangnya.
ADVERTISEMENT
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan massa yang mengatasnamakan diri Wali Murid menggeruduk SD Negeri 4 Taraban. Mereka menilai SR sebagai kepala sekolah bersikap otoriter kepada seluruh pihak di sekolah.
Mereka lantas sempat bertemu dan bermediasi dengan pihak Korwilcam Satuan Pendidikan Paguyangan.
Mereka lantas mengutarakan enam tuntutan di antaranya menilai SR tidak bisa membuat kondusif di sekolah. Sehingga mereka mendesak agar SR sebagai kepala sekolah diganti. (*)
Reporter : Reza Abineri
Editor : Muhammad Abduh
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85