Pekalongan Sudah 3 Hari Dilanda Banjir Rob, Ratusan Warga Mengungsi

Konten Media Partner
25 Mei 2022 19:58
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pekalongan Sudah 3 Hari Dilanda Banjir Rob, Ratusan Warga Mengungsi (188886)
zoom-in-whitePerbesar
Relawan di Pekalongan saat mengevakuasi warga yang rumahnya tergenang banjir rob.
ADVERTISEMENT
PEKALONGAN - Sejumlah wilayah pesisir pantai di Kota dan Kabupaten Pekalongan terendam banjir rob, sejak Senin (23/5/2022) hingga Rabu (25/5/2022). Ratusan warga pun hingga kini masih bertahan di pengungsian karena banjir rob belum surut.
ADVERTISEMENT
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha saat dikonfirmasi mengatakan, banjir rob sampai saat ini belum surut.
"Banjir terjadi sejak Senin lalu dan sampai saat ini masih berlangsung. Informasi BMKG, ini karena adanya fenomena banjir air di pesisir wilayah pantai utara bagian tengah dengan gelombang tinggi mencapai 1,2 meter," katanya.
Akibat air laut pasang, lanjut Dimas, berdampak air laut naik melewati muara sungai yang ada di Kota Pekalongan, yakni Sungai Meduri, Sungai Loji, Sungai Banger dan Gabus. Akibatnya, air rob itu melimpas di beberapa sempadan sungai.
Air limpasan itu masuk ke Sungai Loji, khususnya di sisi barat yang sampai saat ini tanggul jebol akibat rob belum tertangani, yakni wilayah Panjang Wetan dan Bugisan serta wilayah Klego maupun Kauman dan sebagian di Kelurahan Krapyak.
ADVERTISEMENT
Sementara air limpasan yang melewati aliran sungai Meduri berdampak pada wilayah Kelurahan Pasirkraton Kramat dan kelurahan Tirto. Hal itu juga diperparah dengan jebolnya tanggul di gang 12 Tirto sepanjang 13 meter.
"Kalau Sisi Sungai Banger maupun Gabus dampaknya ke wilayah Kelurahan Degayu dan Kelurahan Gamer. Sedangkan untuk wilayah pesisir limpas ombak langsung berdampak genangan pada wilayah Panjang Baru dan Krematorium," ungkapnya.
Berdasarkan assesment, ketinggian air rob bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga 60 centimeter. Banji rob tersebut juga mengakibatkan 350 warga mengungsi di sejumlah tempat yang aman.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Pengungsian ada Aula Kelurahan Degayu, sebanyak 52 Jiwa, Aula Kelurahan Tirto 127 Jiwa, Masjid Khusnul Kulk Tirto 65 Jiwa, Masjid Al Karomah 44 Jiwa, Markas PMI 32 Jiwa dan TPQ At-taubah 30 jiwa," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Untuk penanganan banjir ini, pihaknya terus memonitoring dan patroli, evakuasi warga menyiapkan logistik kebutuhan, koordinasi lintas sektor terkait, mensiagakan dan aktivasi posko kebencanaan. Selain itu juga pendataan awal serta menfasilitasi pengungsian dan sapras pendukung pengungsian dan upaya lain yang berkaitan dengan kedaruratan kebencanaan.
"Ini melibatkan seluruh elemen terkait stakeholder kebencanaan, TNI, Polri, OPD terkait dan unsur relawan kebencanaan lainnya," jelas dia.
Banjir rob juga melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pekalongan. Akibat air laut pasang, air masuk melaui Sungai Meduri, Sungai Sengkarang dan Sungai Kalikangkung hingga masuk pemukiman.
Untuk di Kecamatan Tirto, sejumlah desa yang terendam banjir yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo. Sedangkan di Kecamatan Siwalan yakni merendam Desa Depok, Desa Blacanan dan Kecamatan Wonokerto ada di Desa Wonokerto kulon.
ADVERTISEMENT
"Untuk penanganan, masyarakat sudah gotong royong menutup tanggul dengan karung berisi tanah untuk menutup air yang melimpas ke pemukiman," ucap Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo.
Ia menyebut, karung yang digunakan merupakan bantuan dari BPBD, DPU Kabupaten Pekalongan dan PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk tanah bantuan dari BBWS.
"Kami juga telah menyedot air banjir dengan pompa air dari DPU Kabupaten Pekalongan dan Pompa air dari PUSDATARU Provinsi Jateng," pungkasnya. (*)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020