Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Pelecehan Seksual, Pengunjung Pancuran 13 Guci Adukan Remaja ke Polisi

Objek Wisata Pancuran 13 Guci, Kabupaten Tegal. (Foto: Bentar)

TEGAL - Seorang warga melapor ke polisi karena mengalami pelecehan seksual di pemandian air panas di Pancuran 13 Guci Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Pelaku melakukan perbuatan itu saat berada di kolam pancuran yang sama dengan korban.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/6) sore kemarin. Yang lebih mengejutkan, pelaku tersebut masih di bawah umur dan merupakan pelajar tingkat kelas 10. Remaja tanggung tersebut diketahui melecehkan korban yang sedang mandi di kolam dengan meremas tubuh bagian vital korban.

Pelaku yang masih remaja tersebut berinisial SY, (16), warga Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dia kini telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tegal pada Kamis (13/6/2019) malam kemarin.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo menyatakan pelaku sudah langsung diamankan pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya tersebut. Dia mengaku datang ke Guci bersama tiga teman lain yang sama-sama berasal dari Sirampog.

"Para temannya itu kami mintai laporan juga sebagai saksi. Kami membutuhkan keterangan mereka juga. Pelaku yang masih di bawah umur ini akan didiversi untuk pembinaan lebih lanjut," katanya Jumat (14/6).

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 UU Sistem Peradilan Pidana Anak Seperti diketahui, kasus pelecehan di Guci Tegal ini sedang ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform sosial media.

Adapun rekaman amatir dari seorang pengunjung lainnya pun ikut tersebar atas insiden pelecehan ini.

Kepada Tim Unit PPA, kata Bambang, korban mengaku diremas bagian vitalnya saat sedang berendam di kolam air hangat. Modusnya, pelaku menggerayangi korban dengan cara menyelam agar tidak diketahui. Pelaku dipulangkan sementara dulu.

"Baru tadi siang dipulangkan. Nanti, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan kembali," ujar Kasatreskrim.

Sementara itu, Kepala UPTD Objek Wisata Guci, Abdul Haris menyatakan pancuran 13 yang menjadi lokasi tempat kejadian tidak lagi dikelola oleh Pemkab. Menurutnya, saat ini, pengelolaan menajdi tanggung jawab penuh BKSDA Pemalang.

"Saat ini sudah tidak dikelola Pemkab. Tapi BKSDA Pemalang," katanya.

Sementara itu, Sartana, mewakili BKSDA Pemalang membenarkan pancuran 13 itu saat ini sudah menjadi tanggung jawabnya. Terkait kejadian pelecehan seksual tersebut, pihaknya suda menyerahkan ke kepolisian.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, masalah itu sudah diselesaikan di pos kami bersama dengan petugas kepolisian setempat," katanya.

Reporter : Bentar

Editor : Muhammad Abduh

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31