Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Pembunuhan Gadis 'Mayat Karung': Jumat Terakhir Korban bersama Bapak

Maliki, ayah korban pembunuhan di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. (Foto: Syaifullah/Panturapost)
TEGAL - Duka mendalam menggelayuti Imam Maliki. Ia merasa sedih, terpukul, sekaligus masih sulit memercayai bahwa anak gadisnya, Nur Hikmah (16), meninggalkannya begitu cepat, terlebih sang anak dibunuh dengan cara yang cukup sadis.
ADVERTISEMENT
Maliki masih ingat, waktu itu, Rabu, 24 April 2019, tepatnya 10 hari menjelang bulan Ramadan. Saat itu, Nur Hikmah dijemput oleh dua temannya yang bernama NL dan WD. Nur Hikmah bilang, hendak pergi menjenguk teman yang sakit. Namun hingga malam hari, Nur Hikmah tak pernah kembali.
Lalu pada Jumat, 26 April 2019. Maliki menemukan Nur Hikmah di tepi jalan di perbatasan Kecamatan Bojong dan Jatinegara. Ia lantas mengajaknya pulang.
Namun Maliki tidak menyangka, pada Jumat siangnya, Nur Hikmah sudah tidak ada lagi di kamarnya.
"Karena saya mau salat Jumat. Jadi 'kan saya pesen, 'Nak, kamu jangan pergi lagi, ya, tunggu Bapak di sini'. Eh enggak tahunya, setelah saya pulang dari salat Jumat, Nur Hikmah sudah pergi lagi," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Melihat kamar anaknya kosong, Maliki langsung keluar rumah untuk mencari Nur Hikmah. Dia juga sempat bertanya kepada tetangga perihal keberadaan anaknya, tapi mereka tidak ada yang tahu. Termasuk NL, dia juga mengaku tidak mengetahui keberadaan Nur Hikmah.
Hingga akhirnya, pada Jumat, 9 Agustus 2019, Maliki menemukan anak kesayangannya itu sudah meninggal, jasadnya sudah menjadi tulang. "Kasihan anak saya, dia anak satu-satunya (tunggal, semata wayang)," ungkap Maliki sambil mengusap air mata.
Dia sangat bersedih atas peristiwa yang menimpa anaknya. Apalagi ternyata, salah satu pembunuhnya adalah NL, yang diketahui masih punya hubungan saudara dengan mereka. Maliki tak terima, ia meminta agar para pelaku dihukum mati.
"Kelima pelaku ini 'kan sudah ditahan sama polisi, tiga cowok dua cewek. Saya berharap mereka dihukum setimpal, dihukum mati," kata Maliki.
ADVERTISEMENT
Reporter: Syaifullah
Editor: Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81