News
·
30 September 2020 20:36

Pemprov Jateng Beri Bantuan Paket Sembako untuk 3.446 Warga Kota Tegal

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Pemprov Jateng Beri Bantuan Paket Sembako untuk 3.446 Warga Kota Tegal (104702)
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi saat memberikan bantuan dari Pemprov Jateng.
TEGAL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberi bantuan paket sembako program Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada 3.446 warga Kota Tegal. Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi berharap bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban warga di tengah situasi pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
“Hari ini kita membagikan 3.446 paket sembako Jaring Pengaman Sosial yang diberikan dari Bapak Gubernur, dari Pemerintah Provinsi yang diberikan kepada masyarakat Kota Tegal," kata Jumadi saat monitoring penyaluran JPD di Kantor Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Rabu (30/9/2020).
Jumadi menyampaikan terima kasih ke Pemprov Jateng atas bantuan yang diberikan. “Saya terimakasih kepada pemerintah provinsi, mudah-mudahan apa yang sudah diberikan bisa bermanfaat untuk mereka-mereka yang membutuhkan dalam masa pandemi ini,” harap Jumadi.
Dia mengatakan, di masa pandemi bantuan tidak hanya dari Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat, namun juga dari Pemerintah Kota Tegal. "Ke depan baik Pemkot Tegal, pemerintah pusat juga akan terus begini memberikan bantuan di dalam masa pandemi,” tambah Jumadi.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan itu, Jumadi juga mengingatkan ke masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Masyarakat diminta selalu mematuhi protokol kesehatan dan tidak lengah. “Pandemi ini kan belum berakhir. Apalagi di Kota Tegal ini ada sedikit peningkatan kemarin. Walaupun sekarang mulai landai lagi, tetapi kita tidak boleh lengah. Jadi jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan sesuai arahan Pak Gubernur harus tetap kita laksanakan,” pesannya.
Jumadi juga meminta agar masyarakat menjadi agen perubahan dengan menjadi relawan mandiri COVID-19. “Saya juga meminta agar masyarakat menjadi agent of change untuk bersama-sama menjadi agen perubahan dalam masa pandemi ini,” kata dia.
Jumadi menyebut dengan menjadi agen perubahan, masyarakat dapat terus mengingatkan untuk dirinya sendiri, keluarga dan sanak saudaranya di sekitar rumahnya masing-masing. “Agar mereka tetap mengingatkan untuk patuhi protokol kesehatan yang tidak bisa ditawar lagi. Semua yang kita lakukan pasti akan kita evaluasi. Evaluasi setiap saat. Agar apa? Agar apa yang kita terapkan kepada masyarakat itu betul dan sesuai aturan,” pungkas Jumadi. (*)
ADVERTISEMENT