News
·
3 Januari 2020 19:48

Pengakuan Perawat di Brebes yang Terlibat Kasus Pestisida Palsu

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Pengakuan Perawat di Brebes yang Terlibat Kasus Pestisida Palsu  (12784)
Deni Oktavian (30), salah satu dari 3 pelaku pembuat pestisida palsu di Brebes berprofesi sebagai perawat Puskesmas. (Foto: Fajar Eko)
BREBES - Deni Oktavian (30), salah satu dari 3 pelaku pembuat pestisida palsu di Brebes berprofesi sebagai perawat Puskesmas. Dia ditangkap setelah polisi menggerebek rumahnya Jumat dinihari (3/1/2020).
ADVERTISEMENT
Menurut polisi, rumah Deni di Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Brebes, menjadi gudang penyimpanan obat pertanian pestisida palsu. Di rumah itu pula, Deni membuat pestisida palsu jenis furadan.
“Pelaku D (Deni) ini jaringan pemalsu pestisida dengan daerah sebaran di wilayah Semarang sekitarnya. Dia (pelaku) menyimpan produk pestisida furadan kemasan 1 kilogram per bungkus,” beber kata Wakapolres Brebes Kompol M Faisal Perdana saat ekpose di Mapolres Brebes, Jumat (3/1/2020).
Pelaku Deni pun mengakui perbuatannya. Dia mengatakan, praktik pembuatan pestisida palsu dilakukanya sejak 1,5 tahun belakangan. "Saya buatnya di rumah, pakai bahan pasir dan pewarna. Per kemasan saya untung Rp 20 ribu dari harga pasaran Rp 35 ribu," aku Deni dihadapan petugas.
Sekali memproduksi, kata dia, ratusan bungkus pestisida Furadan dengan keuntungan sekitar Rp 20 juta. "Saya kerja perawat di puskesmas, ini untuk sampingan aja," katanya.
Pengakuan Perawat di Brebes yang Terlibat Kasus Pestisida Palsu  (12785)
Tim Gabungan Satreskrim Polres Brebes menangkap 3 orang pembuat pestisida palsu di Brebes, Kamis (2/1/2020). (Foto: Fajar Eko)
Selain Deni, polisi juga menangkap Wartim dan Ayub. Keduanya diringkus setelah polisi menggerebek pabrik daur ulang botol pestisida di Desa Dukuhturi Kecamatan Ketanggungan Brebes. Saat itu, polisi juga menyita jutaan botol pestisida berbagai merk dan jenis.
ADVERTISEMENT
Faisal mengatakan, pelaku Wartim berperan mengolah botol pestisida bekas yang didaur ulang dengan cara dibersihkan menggunakan alat modifikasi. Lalu pelaku Ayub merupakan, pemilik dari pabrik gudang barang bekas atau rongsok.
Atas kasus ini, pelaku terancam hukuman 5 tahun penjara. Mereka dijerat pasal 60 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) junto pasal 28 ayat 1. (*)