Pencarian populer

Pengrajin Kue Lebaran Kualahan, H-7 Lebaran Sudah Tutup Order

BREBES - Kue lebaran merupakan salah satu pelengkap saat Idul Fitri tiba. Banyak varian rasa dan bentuk yang disuguhkan untuk menjamu saudara dan tetangga yang bersilaturahmi ke rumah. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyajikannya. Salah satunya dengan memesan di perajin kue khas lebaran.

Hal inilah yang membuat para perajin kue kering ini kebanjiran order. Bahkan sudah sejak jauh hari banyak yang memesan untuk hari raya nanti. Salah satu perajin kue, Lusy Martasary dari Kelurahan Limbangan Wetan, Brebes mengungkapkan, sebelum puasa dirinya bahkan sudah menerima pesanan.

"Dua minggu sebelum puasa sudah menerima pesanan. Dari 240 toples, tinggal 36 lagi. Saya jual pakai paket hantaran lebaran dan lusinan," jelas Lusy saat ditemui di rumahnya, Selasa 14 Mei 2019.

Pemilik usaha kuliner Dapur Mamah Lusy ini mengatakan, hingga saat ini masih berdatangan pesanan baik dari tetangga maupun pelanggannya di medsos. Namun demikian, dirinya membatasi orderan hingga H-7 lebaran.

"Tinggal menghabiskan 39 toples saja. Pokoknya H-7 saya close order. Biar saya juga bisa persiapan lebaran sendiri," kata Lusy.

Beberapa varian cookies atau kue kering khas lebaran yang ditawarkan Lusy di antaranya, nastar, kastengel keju, cookies kacang, putri salju dan sagu keju. Disediakan juga paket hantaran lebaran berisi 3 toples kue kering yang dikemas menggunakan tas cantik goodie bag bertuliskan "selamat hari raya idul fitri."

"Untuk satu paket hantaran isi 3 harganya Rp 150 ribu. Yang isi 4 Rp 190 ribu," jelas Lusy.

Meskipun lebaran masih 3 minggu lagi, namun Lusy mengatakan tak perlu kuatir dengan kondisi kue kering buatannya. Sebab bisa bertahan hinga 2 bulan. "Tanpa bahan pengawet, jadi kurang lebih 2 bulan masih layak konsumsi," tuturnya.

Bagi Lusy, orderan kue sudah biasa diterima setiap hari selain jelang lebaran. Sebab, dia merupakan salah satu perajin kuliner yang tergabung dalam Sinar Boga Mandiri, komunitas pengusaha kuliner di Brebes. "Hari biasa tetap ada, tapi tidak sebanyak saat ini," pungkasnya. (*)

Reporter : Yunar Rahmawan

Editor : Muhammad Abduh

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23