News
·
8 April 2021 9:19

Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Alun-alun Kota Tegal: Masih Tunggu Audit

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Alun-alun Kota Tegal: Masih Tunggu Audit (96672)
Warga melintasi kawasan Alun-alun Kota Tegal yang masih tertutup pagar seng usai direvitalisasi, Kamis (8/4/2021). (Foto: Setyadi)
KOTA TEGAL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal sedikitnya telah memeriksa 30 orang dalam penyidikan 2 perkara dugaan korupsi di Kota Tegal. Yaitu proyek revitalisasi Alun-alun Kota Tegal dan bantuan COVID-19 dari Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM Kota Tegal tahun 2020.
ADVERTISEMENT
"Untuk bantuan COVID-19 CSR PDAM itu kami sudah gelar perkara di Kejati (Kejaksaan Tinggi). Untuk alun-alun tinggal menunggu hasil audit potensi kerugian negara dari Unnes," kata Kasi Intel Kejari Tegal Ali Mukhtar, ditemui usai rakor di Kantor Diskominfo Kota Tegal, Rabu (7/4/2021).
Ali mengungkapkan, 30 orang yang diperiksa dalam dua perkara dugaan korupsi itu, di antaranya mulai dari Kepala Disperkim Eko Setiawan untuk perkara alun-alun, hingga Direktur PDAM Hasan untuk bantuan COVID-19.
"Ada yang diperiksa Kepala Disperkim, rekanan atau pemborong, termasuk direktur PDAM dan dewan pengawas," kata Ali.
Untuk perkara bantuan COVID-19, kata Ali, setelah gelar perkara di Kejati Jawa Tengah kini pihaknya masih menunggu arahan Kejaksaan Agung (Kejagung). "Dari arahan menunggu petunjuk dari pimpinan dari Kejagung," sebut Ali.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk perkara alun-alun, ditargetkan hasil audit untuk menghitung kerugian uang negara selesai dalam pekan ini. "Insya Allah dalam Minggu ini selesai, perhitungannya," pungkas Ali.
Seperti diketahui, Kejari Tegal tengah menangani 2 kasus dugaan Tipikor: proyek revitalisasi alun-alun dan bantuan COVID-19 yang bersumber dari CSR PDAM. Kedua kasus tersebut ditingkatkan statusnya ke penyidikan pada pertengahan Februari lalu karena disebut ada bukti permulaan yang cukup. (*)