News
·
3 Mei 2021 21:57

Persekat Tegal Telan Kekalahan dalam Indonesian eFootball Cup

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Persekat Tegal Telan Kekalahan dalam Indonesian eFootball Cup (83780)
Gaya Yogo pasca mencetak gol ke gawang PSG Pati. (foto: istimewa)
TEGAL - Dalam turnamen pramusim bertajuk Indonesian eFootball Cup, Persekat Tegal terpaksa harus menerima kekalahan beruntun.
ADVERTISEMENT
Persekat yang diwakili player lokal Tegal, Yogo Albarado terpaksa menelan 3 kekalahan dalam 4 game yang dilakoni pada turnamen game PES yang diselenggarakan sebagai ajang persiapan tim, sebelum menghadapi IFeL Liga 2 Virtual.
Dalam matchweek 1 yang dihelat Minggu (2/5/2021), Persekat menghadapi 2 lawan sekaligus yakni PSG Pati dan Dewa United FC dimana masing-masing lawan tersebut dihadapi 2 kali dengan sistem home and away.
Dalam pertandingan pertama menghadapi PSG Pati, Persekat berhasil menahan imbang Laskar Kembang Joyo yang direpresentasikan Ahmad Irfan “Tarzan” Allutfi dengan skor 2 - 2. Yogo sempat membawa Persekat unggul 2 - 1, tetapi di menit-menit akhir Tarzan berhasil menyamakan kedudukan.
Kelengahan di menit-menit akhir kembali berulang di pertandingan kedua. Sempat menahan imbang dengan skor kacamata, di penghujung laga gawang Persekat diberondong 3 gol sekaligus hingga harus menelan kekalahan telak 0 - 3 dari PSG Pati.
ADVERTISEMENT
Kekurangtenangan Yogo kembali berulang di laga menghadapi Dewa United FC. Sempat mengimbangi permainan tim lawan di awal laga, Yogo mulai melakukan kesalahan-kesalahan elementer saat tim lawan mulai mengejar ketertinggalan atau memimpin skor.
Persekat terpaksa menelan 2 kekalahan beruntun masing-masing dengan skor 1 - 2 dan 0 - 1 dari Dewa United FC yang diwakili pro player kaya prestasi, Indra Tajusa.
“Permainan Yogo sebenarnya sudah cukup baik di awal laga, tetapi dia selalu tampak kehilangan konsentrasi saat lawan menyusul atau memimpin," tutur Kamal Firdausy, anggota Skaterz asal Tegalwangi pada awak media, Senin ( 3/5/2021).
Kamal juga menambahkan bahwa Yogo hanya butuh main lepas dan tidak boleh grogi meskipun lawan-lawannya sudah memiliki nama besar dan prestasi nasional.
ADVERTISEMENT
Sementara itu Yogo sendiri tidak menampik kekurangannya dalam laga pembuka tersebut. Dirinya mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya.
“Saya memang agak kurangnya fokus terutama di menit-menit akhir, tetapi di sisi lain permainan lawan memang jauh lebih baik dengan segudang pengalamannya," kata dia.
Namun demikian, Yogo berkomitmen akan memperbaiki fokus dan strategi agar pertandingan berikutnya dapat memperoleh hasil maksimal. Dengan hasil ini sementara Persekat menduduki peringkat terbawah dari 6 tim di Grup B dengan poin 1. Sebagai informasi dari setiap grup akan diambil 4 tim terbaik untuk masuk ke dalam babak Grand Final. (*)