kumparan
26 Mar 2019 20:56 WIB

Pestisida Palsu, Begini Ciri - Cirinya

Sejumlah botol pestisida palsu yang diamankan petugas beserta dua tersangkanya. (foto: fajar eko nugroho)
JUWARI, petani bawang merah asal Sidamulya Wanasari Brebes mengaku lega pihak Kepolisian Resor Brebes telah menangkap pelaku kasus peredaran pestisida palsu. Pasalnya, petani di sentra bawang merah ataupun padi di wilayah Brebes sempat resah dan mengeluh terkait keberadaan pestisida palsu itu.
ADVERTISEMENT
"Jelas petani dirugikan, membeli pestisida dengan harga yang cukup mahal misal ada per botol Rp 150 ribu. Ternyata palsu dan nggak berdampak apapun dengan tanaman. Karena fungsi pestisida itu kan untuk menangkal jika ada hama. Saya mewakili petani mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian," ucap Juwari.
Ia menerangkan, ciri-ciri pestisida palsu dan asli sebenarnya bisa dibedakan jika petani jeli. Di antaranya, tulisan merk pada tutup botolnya yang palsu hanya dicap mudah hilang jika digosok. Kemudian, baunya khas pestisida cair yang palsu juga berbeda.
"Memang fisik botolnya hampir sama, tapi kalau dicermati lebih teliti ada bedanya. Dan juga, segel pada tutup botolnya juga tak rapi dan saat dibuka beda dengan yang asli," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Seperti diketahui, produk pestisida yang diduga palsu beredar di kalangan masyarakat. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mengamankan puluhan produk pestisida dari berbagai merek yang diduga palsu.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) DKPP M. Furqon mengatakan, pihaknya pertama kali mendapatkan laporan dugaan pestisida palsu dari kelompok tani (Poktan) di Desa Siwuluh, Kecamatan Bulakamba.
Setelah dicek, memang benar adanya produk pestisida yang diduga palsu. Dari laporan tersebut, kata dia, puluhan petani telah membeli produk pestisida yang dijual door to door oleh penjual. Mereka tergiur lantaran harga yang dijual lebih murah dari kios toko obat yang telah dilakukan pengontrolan oleh dinas.
Furqon menjelaskan, produk yang diamankan oleh pihaknya dikatakan palsu lantaran nomor pendaftaran yang tertera dalam kemasan berbeda dengan aturan yang ada. Di mana, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 24 Tahun 2011 tentang syarat dan tatacara pendaftaran pestisida, nomor pendaftaran tersebut harus RI (diisi 14 digit) oleh pihak kementerian.
ADVERTISEMENT
Selain bisa melihat dari nomor pendaftaran, kata dia, para petani juga bisa membedakan produk pestisida asli atau palsu dengan cara yang lain. Di antaranya dengan melihat fisik kemasan. Seperti, melihat segel (masih utuh/tidak), warna label (tidak cerah atau mudah dilepas). Petani juga bisa mengecek keaslian dari fisik pestisida. Apabila terdapat perbedaan seperti warna, bau dan kekentalan maka patut dicurigai. Dan segera laporkan.
Tidak dipungkiri, masuknya musim penghujan seperti ini banyak petani yang membutuhkan pestisida untuk lahan pertaniannya. Terlebih, saat ini petani bawang merah banyak membutuhkan obat. Karenanya, dia mengimbau kepada petani untuk lebih berhati-hati dalam memilih obat-obatan (pertanian). (*)
Reporter : Fajar Eko Nugroho
Editor : Muhammad Abduh
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·