News
·
22 Juli 2021 20:46
·
waktu baca 2 menit

PN Tegal Putuskan Gugatan Warga terhadap PT KAI dan Pemkot Tidak Dapat Diterima

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
PN Tegal Putuskan Gugatan Warga terhadap PT KAI dan Pemkot Tidak Dapat Diterima (41001)
searchPerbesar
Majelis hakim memutuskan gugatan warga Panggung, Kota Tegal terhadap PT KAI, Wali Kota Pemkot Tegal, dan Lurah Panggung serta BPN sebagai turut tergugat, tidak dapat diterima dalam sidang putusan di PN Tegal, Kamis (22/7/2021)
TEGAL - Gugatan belasan warga Jalan Kolonel Sudiarto, Panggung, Kota Tegal terhadap PT KAI dan Wali Kota Pemkot Tegal akhirnya kembali diputus tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard/NO) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal.
ADVERTISEMENT
Putusan itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Sudira, didampingi Endra Hermawan dan Elsa Lina BR Purba dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Kamis (22/7/2021).
Hakim menilai gugatan warga masih kurang lengkap syarat formilnya. Selain menggugat PT KAI dan Wali Kota Pemkot Tegal, warga juga menyertakan Lurah Kelurahan Panggung, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tegal sebagai turut tergugat.
"Gugatan penggugat tidak dapat diterima, dan menolak seluruh eksepsi tergugat." Demikian petikan putusan yang dibacakan hakim Sudira, Kamis.
Seperti diketahui, putusan NO ini adalah yang kedua. Sebelumnya pada gugatan pertama, majelis hakim juga memutuskan NO pada sidang putusan 16 September 2020 lalu.
Kuasa hukum warga dari LBH Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Tegal, Yulia Anggraini didampingi Agus Slamet mengatakan, pihaknya masih akan berunding dengan warga apakah akan menempuh proses hukum lainnya.
ADVERTISEMENT
"Pertimbangan hakim salah satunya karena belum lengkap syarat formilnya seperti pada luasan tanah, sehingga memutuskan tidak menerima gugatan yang kita sampaikan," kata Yulia.
"Rencananya kita akan berembuk lagi dengan warga setelah menerima salinan putusan. Apakah nanti kita akan kembali melakukan gugatan atau banding," sambung Yulia
Sementara Agus Slamet menilai, majelis hakim belum memiliki keyakinan dalam proses persidangan dan pembuktian hingga akhirnya memutuskan NO.
"Saya melihat hakim belum memiliki keyakinan dalam proses persidangan dan pembuktian. Yang jelas kita akan terus memperjuangkan warga untuk mendapatkan keadilan," kata pria yang akrab disapa Guslam.
Seperti diketahui, gugatan muncul setelah Pemkot Tegal dan PT KAI menggusur bangunan yang dihuni warga selama puluhan tahun di Jalan Kolonel Sudiarto, Kota Tegal pada awal 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
Saat itu penggusuran dilakukan sebagai upaya revitalisasi mengubah wajah kota di kawasan stasiun hingga ke Alun-alun Tegal. Namun pihak warga keberatan karena akibat penggusuran itu, 19 warga Gang Birau RT 7 dan RT 8 di RW 3, Panggung, Tegal Timur, kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian.
Didampingi LBH FERARI akhirnya warga menggugat pertama kali secara perdata ke PN Tegal pada 10 Maret 2020, dan dilanjutkan gugatan kedua pada Februari 2021 setelah hakim memutuskan tidak dapat menerima.
Warga menilai ada dugaan perbuatan melawan hukum. Karena saat dilakukan penggusuran tidak diberi surat pembongkaraan secara resmi.
Warga menilai semestinya pembongkaran di tanah yang masih sengketa seharusnya dilakukan setelah ada surat keputusan pengadilan. Mereka menilai status tanah bekas Eigendom Verbonding 1732 atau belum bersertifikat /memiliki status hak oleh siapapun. (*)
ADVERTISEMENT