kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 21:34

Puluhan Pedagang dan Pengunjung CFD di Tegal Dihukum Menyapu dan Push Up

Konten Redaksi Pantura Post
Puluhan Pedagang dan Pengunjung CFD di Tegal Dihukum Menyapu dan Push Up (361836)
Pengunjung CFD Alun-Alun Hanggawana Slawi dihukum push up karena tidak mengenakan masker.
TEGAL - Puluhan pedagang dan pengunjung pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun alun Hanggawana Slawi, Minggu (2/8) dihukum push up dan menyapu lingkungan karena tidak mengenakan masker. Mereka kedapatan melanggar protokol kesehatan saat petugas gabungan yang dipimpin langsung Bupati Tegal, Umi Azizah menggelar inspeksi mendadak (sidak) di tempat itu.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan itu, Bupati Tegal mengatakan bahwa pemberian sanksi karena mereka mengabaikan protokol kesehatan. Salah satunya tidak memakai masker. Padahal, pihaknya melalui Satgas Penanganan COVID-19 sudah berulang kali memberikan edukasi dan sosialisasi. Namun, masih banyak warga yang masih mengabaikan himbauan tersebut.
”Langkah ini kami lakukan untuk mendisiplinkan warga. Mereka yang keluar rumah tanpa memakai masker, apapun alasannya, berarti tidak peduli pada keselamatan dirinya dan orang lain," katanya.
Langah tegas ini, lanjut Umi, diterapkan agar warga yang melanggar ini tidak menjadi contoh buruk bagi warga lain yang sudah patuh pada protokol kesehatan. Pendisiplinan tersebut dilakukan karena di tengah upaya pemerintah melonggarkan aktifitas sosial untuk menggerakkan perekonomian, ternyata kasus COVID-19 di Kabupaten Tegal justru meningkat. Sehingga masyarakat harus diimbangi dengan penumbuhan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
"Ya ini juga termasuk pemberian sanksi tegas kepada warga yang melanggar. Ini sesuai dengan Peraturan Bupati Tegal Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal," jelasnya.
Kendati demikian, Umi mengakui, membiasakan masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru bukan hal yang mudah. Sehingga, upaya giat pendisiplinan tidak hanya menjadi gerakan di permukaan saja. Namun, harus diikuti seluruh elemen sampai di tingkat terbawah.
“Satgas kecamatan, desa, hingga Jogo Tonggo di tingkat RT dan RW harus selalu dan saling mengingatkan. Mereka harus bisa menjadi contoh penegak disiplin protokol kesehatan yang baik bagi lingkungannya,” ujarnya.
Puluhan Pedagang dan Pengunjung CFD di Tegal Dihukum Menyapu dan Push Up (361837)
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Suharinto mengaku siap mengawal kebijakan pemerintah dan penegakan hukumnya.
ADVERTISEMENT
"Kami akan kawal dan tidak akan pernah lelah dan selalu siap melakukan pendisiplinan terhadap warga, sampai mereka benar-benar sadar dengan sendirinya. Tanpa diminta mau menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Hendadi. Menurutnya, kepatuhan warga dalam memakai masker di lingkungan Alun-Alun Hanggawana Slawi dan sekitarnya ini sudah mencapai 90 persen. Ada pun mereka yang kedapatan tidak memakai masker, lebih karena faktor lupa.
"Orang sekarang lebih panik jika ketinggalan telepon selulernya. Sehingga, jika didekatnya ada masker, maka bisa secara refleks masker tersebut ikut diambil dan dikenakan,” ungkapnya.
Salah seorang warga, Dedi (41), pedagang pakaian asal Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi yang terjaring operasi mengaku maskernya tertinggal di rumah. Ia tak sempat membeli masker di pedagang lantaran harus menjaga barang dagangannya.
ADVERTISEMENT
Lain halnya dengan Sinta (17), warga Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi yang masih berstatus sebagai pelajar ini. Ia mengaku maskernya hilang saat bertandang di rumah temannya. Meski demikian, seluruh pelanggar protokol kesehatan yang tidak mengenakan masker tersebut mendapat pembagian masker gratis dari Bupati Tegal. (*)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white